Penculikan 2 Bocah SD di Makassar, Korban Ditukar dengan 2 Karung Beras, Berikut Kronologinya
Penculikan 2 Bocah Sd dan Ditukar dengan 2 Karung beras di Mariso, Kota Makassar. Korban dua bocah SD menunggu jemputan seusai pulang sekolah
Penulis: Nafis Abdulhakim
Editor: Suli Hanna
TRIBUNSTYLE.COM - Kasus kekerasan dan pencilikan masih kerap terjadi akhir-akhir ini. Kasus penculikan ini terjadi di Kota Makassar beberapa hari lalu. Korban dua bocah SD yang sedang menunggu jemputan pulang sekolah. Namun bocah tersebut malah ditukar dengan 2 karung beras.
2 Bocah SD Diculik dan Dijadikan Alat Tukar 2 Karung Beras di Makassar.
Kasus penculikan terjadi di Kecamatan Mariso, Makassar pada Kamis (21/11/2019) siang.
Korban penculikan ini adalah dua anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar Kota Makassar.
Dilansir dari Kompas.com, dua bocah berinisial AP (9) dan MRA (9) diculik oleh pengendara motor usai pulang sekolah.
Kapolsek Rappocini Kompol Edhy Supriyadi membenarkan peristiwa penculikan tersebut.
• POPULER - Kronologi Seorang Pria Dibunuh Mantan Kekasih, Alasan Penculikan, Istri Sedang Hamil
• Sadis! Kronologi Kasus Pembunuhan di Gowa, Paman Penggal Kepala Ponakan hingga Putus dari Badan
• Sebelum Dinikahi Stefan William, Celine Evangelista Dapat Ancaman Pembunuhan, Eks Dirly : Bodoamat
Ia mengatakan, dua bocah tersebut diculik ketika sedang menunggu jemputan seusai pulang sekolah.
Ketika sedang menunggu, tiba-tiba ada pengendara sepeda motor matic yang memaksa keduanya untuk naik ke atas motor.
Jika tidak menuruti penculik tersebut, kedua bocah tersebut akan diancam dan ditikam.
"Salah satu korban sempat diancam dengan menggunakan senjata tajam oleh pelaku," kata Edhy, Kamis malam.
Korban jika tidak menurutinya akan ditikam oleh sang penculik.
"Kalau korban tidak mau ikut, korban akan ditikam sehingga kedua korban tersebut ketakutan," tambahnya.
Edhy menerangkan kedua anak tesebut sempat mencoba melarikan diri.
Namun, pelaku langsung memegang tangan dan menarik kedua bocah tersebut ke atas motornya.
Penculik tersebut dalam merayu kedua bocah lelaki tersebut, ia mengiming-imingi dengan uang Rp 5000.
Tak hanya itu, penculik juga menjanjikan akan memberikan makanan dari KFC.
Namun, janji tersebut tak ditepati oleh sang penculik.
Pelaku membawa mkedua bocah tersebut ke toko kelontong yang menjual beras di Jalan Buakana, Kecamatan Rappocini.
Kedua bocah tersebut rupanya menjadi alat tukar beras.
Pelaku yang tak membawa uang menjadikan kedua bocah tersebut menjadi jaminan.
"Pelaku masuk ke toko beras tersebut dan berpura-pura untuk memesan beras sebanyak 2 karung dengan harga sebesar Rp 540.000," kata Edhy.
Bocah tersebut dijadikan jaminan oleh pelaku karena tidak membawa uang.
Bocah tersebut ditinggalkan pelaku di tempat penjual beras di JAlan Buakana, Kecamatan Rapocini.
"Lalu kedua bocah itu dijadikan jaminan karena pelaku lupa membawa uang," tambah Edhy.
Pelaku meyakinkan pada penjual beras, jika kedua bocah tersebut adalah adik kandungnya.
Ia pun mengatakan akan kembali ke toko itu untuk membayar dua karung beras yang diambilnya.
Namun, hingga malam tiba, pemotor pelaku tersebut tidak kunjung tiba.
• Jasad Seorang Pria Ditemukan Dicor di Bawah Mushala Daerah Jember, Diduga Jadi Korban Pembunuhan!
• Viral Suami Gadaikan Istri Rp 250 Juta Selama 1 Tahun, Hingga Berujung Pembunuhan Salah Sasaran
• 6 Artis Meninggal Sangat Muda di Puncak Popularitas, Kecelakaan, Serangan Jantung, Korban Pembunuhan
Merasa ditipu, pedagang beras lalu menghubungi polisi.
Tak lama kemudian Bhabinkampibmas wilayah tersebut mendatangi lokasi kejadian.
"Aiptu Jamaluddin selaku Bhabinkamtibmas wilayah tersebut langsung mengamankan tempat kejadian dan membawa kedua korban untuk diamankan dan diambil keterangannya," kata Edhy.
Kedua bocah yang diculik dan dijadikan jaminan tukar beras tersebut telah diambil keluarganya.
Smentara polisi masih mengejar pemotor misterius yang menculik dan menukar kedua anak SD tersebut dengan dua karung beras. (TribunStyle.com/Nafis Abdulhakim)
Penculikan Siswa SD di Tambak Rejo, Korban Sembunyi 2 Jam di Ruko, Ibu Kaget Anaknya Tetiba Nangis
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan
TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - NP (11), siswi kelas 5 SD di Tambak Rejo yang nyaris menjadi korban penculikan siswa di Sidoarjo lari dan bersembunyi dari kawanan pelaku penculikan di sebuah kawasan ruko di Jalan Tambak Sawah, Sidoarjo.
NP mengatakan dua orang pelaku yang naik sepeda motor Honda CBR warna merah itu mengejarnya ketika dirinya berhasil kabur dari kepungan para pelaku.
• BREAKING NEWS - Siswa SD di Tambak Rejo Nyaris Diculik, Korban Ditodong Pisau Dapur oleh Pelaku
Pelaku yang menaiki sepeda motor tidak dapat berbuat banyak pasalnya pelaku terjebak kemacetan jalan.
NP yang bersembunyi di kawasan ruko itu menunggu hingga dua jam sambil terus waspada melihat kondisi sekitar.
Melihat apakah pelaku masih mengikuti atau tidak.
Sembari menunggu itu, dirinya merasa lapar lalu teringat bahwa ia membawa bekal dari ibunya berupa donat dan air minum.
• KRONOLOGI Percobaan Penculikan Siswa SD di Tambak Rejo, Pelaku Berjumlah 4 Orang
"Saya lapar akhirnya saya makan donat sambil terus melihat kondisi sekitar. Merasa aman, saya akhirnya kembali ke rumah," jujurnya.
Ibu NP, Sri Dewi kaget ketika anaknya pulang ke rumah lebih awal sekitar pukul 09.00 WIB.
"Saya kira anak saya ini lupa membawa salah satu buku pelajarannya sehingga pulang ke rumah. Tapi saya curiga anak saya ini menangis terus jadi saya tanyai pelan-pelan," ungkapnya.
NP pun langsung menceritakan apa yang dialaminya itu ke ibunya.
"Saya kaget bahwa anak saya nyaris menjadi korban penculikan. Akhirnya saya ke sekolahnya sama melapor ke Polsek Waru," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/penculikan-anak-ilustrasi.jpg)