Hotman Paris Soroti Perjalanan Karier Jokowi, Rival Farhat Abbas Singgung Soal Cemburu & Kebohongan
Hotman Paris menyoroti perjalanan karier Jokowi dari pengusaha mebel hingga menjadi Presiden Indonesia, Rival Farhat Abbas singgung soal kebohongan
Penulis: sulastri
Editor: Suli Hanna
Ya, Hotman Paris merasa tak berbakat untuk mengurusi hal-hal yang berbau kepemerintahan terutama menjadi Menteri.
Hotman Paris ingin memilih bekerja dengan para konglomerat yang selama ini telah ia lakukan selama 35 tahun.
''Maaf, Hotman tidak berbakat jadi Birokrat.
Hotman lebih suka ngopi di Kopi Joni dan berdansa di Bali.
Setelah 35 tahun membela ratusan konglomerat.,'' tulis Hotman Paris.
Selang beberapa waktu, Hotman Paris kembali mengunggah tangkap layar hasil pemungutan suara masyarakat.
Ya, pengacara 30 miliar itu mengunggah hasil pemungutan suara masyarakat terkati dirinya yang digadang-gadang menjadi Menkumham di era pemerintahan Joko Widodo periode 2019-2024.
Tak berselang lama kemudian, Hotman Paris mengunggah hasil pemungutan suara masyarakat mengenai pencanangan dirinya menjadi Menkumham.
Dalam foto yang dibagikan Hotman Paris itu, tapak ia berada diperingkat kedua dibawah Mahfud MD dengan perolehan 21 suara.
Terlihat juga, Hotman Paris lebih unggul dari Yusril Ihza Mahendra, Prof. Eddy OS Hiariej dan Basuki Tjahaja Purnama atau yang kerap disapa Ahok. (TribunStyle.com/Sulastri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/hotman-paris-soroti-perjalanan-karier-jokowi-rival-farhat-abbas-singgung-soal-kebohongan.jpg)