Tata Cara Sholat Istisqo, Lengkap dengan Doa-doa yang Dipanjatkan Agar Hujan Turun
Simak tata cara Sholat Istisqo atau sholat minta turun hujan agar kemarau segera berlalu, lengkap dengan doa yang bisa dipanjatkan agar hujan turun.
Penulis: Listusista Anggeng Rasmi
Editor: Amirul Muttaqin
Simak tata cara Sholat Istisqo atau sholat minta turun hujan agar kemarau segera berlalu.
Selain tata cara Sholat Istisqo, simak juga doa-doa yang bisa dipanjatkan agar turun hujan.
Bagaimana saja tata cara dan doanya? simak yuk!
TRIBUNSTYLE.COM - Saat ini, wilayah Indonesia tengah memasuki musim kemarau yang panjang.
Sejak bulan Juli lalu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi hampir seluruh wilayah di Indonesia memasuki puncak musim kemarau pada bulan Agustus dan dampak kemarau dirasakan di bulan September.
Dampak kemarau panjang dapat mengakibatkan kebakaran hujan serta lahan.
Wilayah Indonesia yang terjadi banyak kebakaran hutan serta lahan yakni provinsi Riau.
Selain itu, kemarau panjang yang tidak kunjung berlalu membuat beberapa daerah mengalami kekeringan.
Mengenai hal itu, tidak jarang beberapa daerah mengadakan Sholat Istisqo, sholat minta hujan.
• Termasuk Gunung Kidul, Ini Daftar 10 Daerah Kurang Hujan dari BMKG, Simak Tata Cara Sholat Istisqo
• Niat & Tata Cara Sholat Istisqo, Lengkap dengan Doa Minta Turun Hujan ketika Alami Kemarau Panjang
Istisqo secara istilah yaitu meminta kepada Allah SWT agar menurunkan hujan.
Hukum Shalat Istisqo adalah sunnah muakkadah khususnya bagi wilayah yang kekurangan air untuk minum dan kebutuhan lainnya.
Kemudian bagaimana tata cara Sholat Istisqo serta bacaan doa minta turun hujan?
Dikutip TribunStyle.com dari berbagai sumber, berikut tata cara Sholat Istisqo dan doa-doa minta turun hujan :
Tata Cara Sholat Istisqo
1. Membaca Niat
Berikut bacaan niat Sholat Duha :
اُصَلِّ سُنَّتَ الأِسْتِسْقَاءِرَكْعَتَيْنِ اِمَامًا/مأَمُوْمًالِلّٰهِ تَعَالٰى. اَللّٰهُ اَكْبَرْ
"Ushalli Sunnatal Istisqa’i rak’ataini (imaman atau ma’muman) Lillahi Ta’ala."
Artinya :
“Saya Niat Salat Sunah Istisqa’ Dua Rakaat (jadi imam atau makmum) karena Allah Ta’ala.”
2. Sholat dua rakaat.
Pada rakaat pertama, takbir 7 kali dan pada rakaat kedua takbir 5 kali.
3. Rakaat pertama diutamakan membaca Al-Fatihah dan disunnahkan membaca surat Al-Ala.
4. Rakaat kedua diutamakan membaca Al-Fatihah dan disunnahkan membaca surat Al-Ghasiyah.
5. Setelah sholat, diutamakan membaca khutbah.
Bisa khutbah dua atau sekali sebelum (atau setelah) sholat.
Khutbah setelah sholat lebih utama.
6. Berdoa menghadap kiblat dengan mengangkat dua tangan
7. Sebelum masuk khutbah pertama khatib membaca istighfar sembilan kali.
8. Sebelum masuk khutbah kedua khatib membaca istighfar tujuh kali.
9. Perbanyak doa dalam khutbah kedua. Wallahu a‘lam.
• Niat dan Tata Cara Sholat Istisqo dan Doa-doa Lengkap, Kemarau Panjang Mintalah Hujan pada Allah SWT
• 10 Daerah Paceklik Hujan 2019 Versi BKMG, Malang, Sumba, Bantul, Cara Sholat Istisqo, Mintalah Hujan
• Inilah Doa Minta Turun Hujan ketika Alami Kemarau Panjang & Tata Cara Sholat Istisqo serta Niatnya
• Termasuk Malang, BMKG Ingatkan 10 Kota Ini Kemarau Panjang, Ini Tata Cara Sholat Istisqo dan Doa-doa
Doa Minta Turun Hujan
اَللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
“Allahumma shoyyibian naafi’an”
Arti: “Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat.” (HR.Bukhari).
Bisa juga doa berikut :
اَللَّهُمَّ اَنْتَ اللهُ لَاإِلَهَ إِلاَّ اَنْتَ اْلغَنِيُّ وَنَحْنُ اْلفُقَرَاءُ ، أَنْزِلْ عَلَيْنَا اْلغَيْثَ ، وَاجْعَلْ مَا اَنْزَلْتَ لَنَا قُوَّةً وَبَلاَغاً إِلَى حِيْنٍ
"Allohumma antallahu la ilaha illa antal ghaniyyu wa nahnul fuqoro-u anzil ‘alainal ghaitsa waj’al ma anzalta lana quwwatan wa balaghan ila hinin."
Artinya: Ya Allah, Engkau adalah Allah, tiada Tuhan melainkan Engkau yang Maha Kaya dan kami sangat butuh, turunkan atas kami hujan dan jadikan apa Engkau turunkan sebagai kekuatan bagi kami dan bekal sampai masa yang ditetapkan.
Atau doa ini:
اَللّٰهُمَّ عَلَى الطِّرَابِ وَاﻵ كَامِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِوَبُتُوْنِ الْاَوْدِيَةِ اَللّٰهُمَّ حَوَالَيْنَاوَلاَعَلَيْنَا
"Allaahumma ‘alattiroobi wal aaakaami wa manaa bitissajari wabutuunilaudiyati. Allaahumma hawalaena walaa ‘alaenaa."
Artinya: “Ya Allah, curahkanlah hujan itu diatas tumpukan-tumpukan tanah dan bukit-bukit, tempat pepohonan tanaman dan tumbuhan-tumbuhan, dan di lembah-lembah. Ya Allah curahkanlah di sekeliling kami dan jangan di atas kami.”
Selain membaca doa ketika turun hujan tersebut, kita juga dianjurkan berdoa dengan doa kebaikan apa saja yang kita inginkan.
Karena, saat turun hujan adalah saat yang mustajab untuk doa-doa yang kita panjatkan.
Nabi Muhammad bersabda:
اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ
Artinya:
“Carilah doa yang mustajab pada tiga keadaan yaitu : Saat bertemunya dua pasukan (tantara yang bertempur). Saat menjelang shalat dilaksanakan, dan saat hujan turun.” (HR.Baihaqi).
(TribunStyle/Listusista)