Niat dan Tata Cara Sholat Istisqo dan Doa-doa Lengkap, Kemarau Panjang Mintalah Hujan pada Allah SWT
Niat dan Tata Cara Sholat Istisqo dan Doa-doa Lengkap, Kemarau Panjang Mintalah Hujan pada Allah SWT
Editor: Agung Budi Santoso
Niat dan Tata Cara Sholat Istisqo dan Doa-doa Lengkap, Kemarau Panjang Mintalah Hujan pada Allah SWT
Mari Sholat Istisqo, agar kemarau panjang segera berakhir, hujan segera turun, disertai doa-doa mustajab pada Allah SWT, Sholat Istisqo, semoga memudahkan turunnya berkah air hujan dari langit.
TRIBUNSTYLE.COM - Dan inilah tata cara dan tuntunan Sholat Istisqo atau Salat Istisqa doa untuk meminta hujan kepada Allah SWT.
Musim kemarau yang berkepanjangan mengakibatkan adanya kekeringan, bahkan akibat kemarau dan tangan-tangan tak bertanggung jawab di wilayah Pulau Sumatera dan Kalimantan terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Berikut ini adalah tata cara dan tuntunan Sholat Istisqo atau Salat Istisqa doa untuk meminta hujan kepada Allah SWT.
Sholat Istisqo, Salat Istisqa atau meminta hujan atau Salat Istisqa dilaksanakan dua rakaat seperti Solat Id.
• Niat Sholat Tahajud Lengkap dengan Tata Cara, Doa, Waktu Pelaksanaan dan Keutamaan
• Manfaat Luar Biasa Sholat Duha, Setara 360 Sedekah, Rezeki Lancar, Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad
Perbedaan keduanya terletak pada penempatan khutbah, pembacaan takbir, dan arah khatib pada khutbah kedua.
Berikut ini adalah tata cara dan tuntunan Sholat Istisqo atau Salat Istisqa doa untuk meminta hujan kepada Allah SWT.
Melansir tulisan Alhafiz K yang dilansir NU.or.id berjudul Tata Cara Shalat Istisqa atau Meminta Hujan, Syekh Abdullah Bafadhal Al-Hadhrami menyampaikan, mereka shalat istisqa sebanyak dua rakaat seperti shalat Id berikut takbirnya.
Seseorang yang menjadi khatib kemudian menyampaikan khutbah dua atau sekali.
Khutbah setelah shalat lebih utama.
Khatib beristighfar dalam khutbah sebagai pengganti takbir pada khutbah Id.
Khatib berdoa dengan jahar (lantang), lalu menghadap kiblat setelah lewat sepertiga pada khutbah kedua.
Khatib dan jamaah memutar pakaian (selendang atau sorban) ketika itu.
Pada saat itu, khatib meningkatkan kesungguhan berdoa sirr (rahasia) dan jahar (lantang), setelah itu ia kembali menghadap ke arah jamaah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/sholat-istisqo-sholat-meminta-hujan.jpg)