Gempa Hari Ini
GEMPA HARI INI Dalam Satu Jam, Bali Diguncang Gempa Bumi Dua Kali 5,0 SR, Ini Update dari BMKG
Gempa bumi berkekuatan 5,0 skala richter kembali mengguncang Bali pagi ini pukul 06.51 Wita, Senin (12/8/2019).
Editor: Delta Lidina Putri
TRIBUNSTYLE.COM - Gempa bumi berkekuatan 5,0 skala richter kembali mengguncang Bali pagi ini pukul 06.51 Wita, Senin (12/8/2019).
Sebelumnya, gempa juga terjadi pada pukul 06.08 Wita dengan kekuatan 4,9 skala richter.
Gempa kedua ini berpusat di 181 km baratdaya Jembrana Bali, dengan kedalaman 10 km.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bali diguncang gempa pada pukul 06.08 Wita, yang berpusat di laut 8.87 LS, 114.47 BT, tepatnya di 59 km baratdaya Jembrana, Bali, dengan kedalaman 82 km.
Masih mengutip dari sumber yang sama, gempa dilaporkan turut dirasakan di beberapa wilayah Kuta, Banyuwangi, Jembrana, Nusa Dua dan Denpasar.
Sumber TribunBali: https://bali.tribunnews.com/2019/08/12/breaking-news-dalam-tempo-satu-jam-bali-diguncang-gempa-dua-kali-bmkg-50-sr-berpusat-di-jembrana
7 Fakta Gunung Slamet Naik Level Waspada, Gempa Tremor, Suhu Mata Air Meningkat, Pendaki Dievakuasi
Terjadi peningkatan aktivitas, status gunung slamet naik ke level waspada Jumat (9/8/2019).
Aktivitas Gunung Slamet di Kabupaten Pemalang, Banyumas, Brebes, Tegal dan Purbalingga naik dari status normal (level 1) menjadi waspada (level 2), Jumat (8/9/2019).
Berikut TribunStyle lansir dari berbagai sumber, 7 fakta Gunung Slamet naik ke level waspada, mulai dari dominasi gempa tremor di rekam gerak tanah, suhu mata air meningkat, para pendaki dievakuasi hingga belum ada kenaikan status awas atau siaga.
• Aktivitas Gunung Slamet Naik ke Level Waspada, Jalur Pendakian Ditutup dan 80 Pendaki Dievakuasi
• Status Gunung Slamet Naik, Normal ke Waspada, Warga & Wisatawan Dihimbau Tidak Berada di Radius 2 Km
• Cerita Yuki Kato Berhasil Taklukkan Gunung Slamet, Persiapan Singkat dan Dapat Pengalaman Berharga
1. Dominasi gempa tremor di rekam gerak tanah
Sejak ditetapkan statusnya menjadi waspada Jumat (9/8/2019), Gunung Slamet mulai mendominasi sejak Sabtu (10/8/2019) pagi.
Petugas Pengamat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMG) Sukedi, yang melakukan pemantauan di Pos Pengamatan Gunung Api Slamet, Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, mengatakan adanya gempa tremor di rekam gerak tanah.
“Status waspada Gunung Slamet ditetapkan Jumat lalu pukul 09.00 WIB. Dari rekaman gerak tanah pagi ini, gempa tremor mulai mendominasi,” ujar Sukedi, dilansir TribunStyle dari Tribunjateng.com, Sabtu (10/8/2019).
Selain itu pada akhir Juli 2019 juga terekam getaran tremor dengan amplitudo maksimum 0,5-2mm.
"Getaran Tremor ini masih terjadi hingga saat pelaporan. Energi kegempaan terdeteksi meningkat,secara gradual, " ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kasbani dilansir TribunStyle dari Tribunnews.
2. Suhu mata air meningkat
Serta terjadi peningkatan suhu mata air panas di tiga lokasi sekitar Gunung Slamet.
"Pengukuran suhu mata air panas pada tiga lokasi juga menunjukkan nilai 44,8 hingga 50,8 derajat Celsius. Nilai ini pada pengamatan jangka panjang berfluktuasi dan menunjukkan kecenderungan naik dibandingkan dengan pengukuran sebelumnya," ujar Kasbani, dilansir TribunStyle dari Tribunnews.
3. Aktivitas gempa dan awan putih
Peningkatan aktivitas terlihat dari asap kawah putih intensitas tipis hingga tebal dengan ketinggian 300 meter dari atas puncak.
Selain itu rekaman kegempaan periode Juni hingga 8 Agustus 2019 tercatat 51.511 kali gempa hembusan, 5 kali gempa tektonik lokal dan 17 kali gempa tektonik jauh.
4. 80 pendaki dievakuasi
Tercatat sebanya 80 orang mendaki Gunung Slamet sejak Rabu (7/8/2019).
Manajer Bisnis Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur, Sugito mengatakan, pihaknya telah mengirimkan tim untuk melakukan evakuasi.
"Masing-masing pengelola pos pendakian sudah menerjunkan tim untuk melakukan evakuasi. Informasi yang kami terima hingga pukul 13.00 WIB, baru tiga pendaki yang sudah turun via Pos Bambangan," kata Sugito saat dihubungi Jumat, dilansir TribunStyle dari Kompas.com.
Sementara itu pendaki yang sudah terlanjur naik dievakuasi sejak Jumat (9/8/2019) pagi.
Jalur pendakian Gunung Slamet melalui jalur Bambangan, Purbalingga, Jawa Tengah ditutup menyusul kenaikan status dari normal ke waspada, Jumat (9/8/2019).
"Penutupan ini merespon informasi dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menaikkan status Gunung Slamet dari status normal menjadi waspada," kata Sugito dilansir TribunStyle dari Kompas.com.
69 orang diantaranya naik melalui jalur Bambangan, 8 orang dari jalur Gunung Malang dan jalur Baturraden 3 orang.
5. Jalur pendakian ditutup
Pos pendakian ditutup mulai pukul 11.00 WIB, pada Jumat (9/8/2019).
Sebelumnya, jalur pendakian Gunung Slamet juga pernah ditutup sebelumnya dan baru dibuka kembali pada Kamis (8/8/2019).
Jalur pendakuan Gunung Slamet ditutup sejak 22 Juli 2019 silam untuk tujuan pembersihan jalur dan pemulihan ekosistem.
6. Tidak berada di radius 2 km
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG menghimbau kepada warga ataupun wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah puncak Gunung Slamet.
Kepala PVMBG, Kasbani menyebutkan dapat terjadi potensi muntahan lava pijar dan material yang mendadak tanpa ada tanda-tanda signifikan sebelumnya.
"Potensi ancaman bahaya Gunung Slamet saat ini adalah erupsi magmatik menghasilkan lontaran material pijar yang melanda daerah di sekitar puncak di dalam radius 2 km, atau erupsi freatik dan hujan abu di sekitar kawah berpotensi terjadi tanpa ada gejala vulkanik yang jelas," ujar Kasbani Jumat (9/8/2019)dilansir TribunStyle dari Tribunnews.
Meskipun begitu masyarakat di sekitar Gunung Slamet masih bisa beraktivitas namun tidak boleh mendekat di jarak radius 2 km.
7. Belum naik ke level siaga
Sampai saat ini status Gunung Slamet masih dalam tingkat waspada belum naik ke awas ataupun siaga.
Meskipun begitu ada potensi terjadinya erupsi Gunung Slamet.
"Ada potensi untuk terjadi erupsi. Namun acamannya hanya dalam radius 2 km dari kawah aktif. Belum sampai awas, masih waspada," ujar Kasbani dilansir TribunStyle dari Tribunnews. (TribunStyle.com/Yuliana Kusuma)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/breaking-news-gempa-bumi-berkekuatan-60-sr-guncang-bali-tak-berpotensi-tsunami.jpg)