Jangan Menggoyangkan Kendaraan saat Isi Bensin, Tak Ada Manfaatnya dan Bisa Picu Kebakaran
Kebiasaan menggoyangkan kendaraan memiliki risiko kebakaran yang sangat tinggi.
Editor: Ika Putri Bramasti
Kebiasaan menggoyangkan kendaraan memiliki risiko kebakaran yang sangat tinggi.
TRIBUNSTYLE.COM - Sebagian masyarakat Indonesia punya kebiasaan saat melakukan isi ulang bahan bakar di SPBU, yakni menggoyang-goyangkan kendaraan, baik mobil ataupun motor. Mungkin kalian juga?
Kebiasaan menggoyangkan kendaraan ini dianggap dapat memperbanyak muatan bahan bakar dalam ruang penyimpanan.
Namun, alih-alih bisa menampung lebih banyak bahan bakar, kebiasaan tersebut memiliki risiko kebakaran yang sangat tinggi.
Untuk itu, Pertamina memberikan imbauan agar masyarakat nggak melanjutkan kebiasaan menggoyang-goyangkan kendaraannya saat mengisi bensin.
• Sanggup Membeli Mobil BMW, Petani ini Curi Ayam Tetangga untuk Beli Bensinnya
Media Communication Manager Pertamina Arya Dwi Paramita menyebut kebiasaan menggoyang-goyangkan kendaraan saat mengisi bahan bakar nggak mendatangkan manfaat apapun.
“Intinya adalah kalau beli bahan bakar di Pom Bensin itu tidak perlu menggoyang-goyangkan mobilnya karena tidak ada fungsinya,” ujarnya dikutip dari Kompas.com.
Hal itu karena bahan bakar merupakan benda cair yang sifatnya akan mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah dan menyesuaikan dengan bentuk ruangan yang akan menampungnya.
• Viral Video Petugas SPBU di Kediri Siram Uang Rp 50 Ribu Pakai Bensin, Buktikan Kepalsuan Uang
Jadi, digoyang ataupun tidak, proses pengisian akan tetap berjalan dengan normal.
Selain tak ada manfaatnya, kebiasaan menggoyangkan kendaraan saat mengisi bensin justru bisa memicu kebakaran.
Untuk diketahui, syarat terjadinya kebakaran ada tiga, yaitu bahan bakar, oksigen, dan titik bakar atau panas.
“Ketika beli bensin di pom bensin, sebenarnya ketiga unsur itu ada di sekitar kita, bahan bakar udah jelas namanya juga di pom bensin, ada oksigen karena kan di luar ya, jadi dua unsur utamanya ada. Nah, unsur ketiganya adalah panas, percikan atau api atau pemantik, itu yang menjadi bahaya,” jelas Arya.
Menggoyang-goyangkan kendaraan saat pengisian bahan bakar dapat membuat cairan memuncrat ke sekitar tangki kendaraan yang mungkin saja bisa menyimpan energi panas atau dapat memantik api.
“Apa sih yang paling logis, biasanya itu di busi. Yang dikhawatirkan pas menggoyang-goyangkan motornya bensin tumpah ke bawah terus businya ngeluarin api,” kata Arya.
Pertamina pun mengeluarkan imbauan untuk menyadarkan para pengguna tentang arti keselamatan di SPBU, karena kebiasaan ini tak mendatangkan manfaat apapun, justru mendatangkan risiko berbahaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/isi-bensin_20180224_163443.jpg)