Breaking News:

Dinilai Lebih Praktis, Membakar Sampah Ternyata Lebih Berbahaya Lho, Ini Alasannya!

Apakah kita pernah berpikir efek dari membakar sampah? Ternyata malah memberi masalah baru yang tidak kalah bahayanya loh!

Pinterest
Sampah 

Apakah kita pernah berpikir efek dari membakar sampah? Ternyata malah memberi masalah baru yang tidak kalah bahayanya loh!

TRIBUNSTYLE.COM -  Menghadapi masalah sampah memang tidak ada habisnya.

Selain karena setiap hari kita hidup memproduksi sampah, dihasilkan secara masal, dan yang selalu membuat kewalahan adalah mengolahnya.

Kita selalu berpikiran, mengatasi sampah dirumah adalah kumpulkan-angkut-buang.

Tanpa memilah-lagi mana organik dan non-organik.

Mayat Wanita Ini Diawetkan Putrinya Selama 3 Tahun, Ditimbun Garam & Sampah Kotoran Manusia

Cara ini saja sudah salah, ditambah lagi dengan proses akhirnya membakar. Jadi salah kaprah.

Membakar sampah memang terkesan praktis dan mudah dilakukan.

Terutama bila tinggal di daerah yang tidak ada petugas sampah keliling.

Tentu, membakar adalah cara yang efektif.

Tapi, apakah kita pernah berpikir efek dari membakar sampah? Ternyata malah memberi masalah baru yang tidak kalah bahayanya loh!

Tak Kalah dari Anjing Pelacak, Kucing Ini Berhasil Temukan Bayi yang Dibuang di Pembuangan Sampah

Ketika kita berpikiran dengan membakar sampah, bisa menyelesaikan sekelumit gunungan sampah, ternyata zat berbahaya yang dihasilkannya berpindah ke udara dan kita menghirupnya.

Pembakaran yang bersih hanya bisa dilakukan dalam api panas dan suplai oksigen yang cukup.

Padahal, pada pembakaran sampah yang umum dilakukan, yakni sampah dalam tumpukan, hanya bagian luar yang mendapat cukup oksigen untuk menghasilkan CO2.

Sementara bagian dalam, karena kekurangan suplai O2, akan menghasilkan karbonmonoksida (CO).

Pembakaran sampah menghasilkan karbonmonoksida. Apa sih bahayanya?

Menurut IDN Times, gas ini tidak berwarna dan kehadirannya sulit dideteksi. Padahal gas ini sangat berbahaya bagi kesehatan.

Bila kita menghirupnya dalam kadar rendah saja bisa membuat kita sesak napas.

Pada kadar tinggi kita bisa pingsan dan bahkan mati.

Ketika Karbonmonoksida terhirup, dia akan masuk ke dalam paru-paru dan mengikat hemoglobin sel darah.

Akibatnya, hemoglobin yang semestinya mengangkut dan mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh akan terganggu.

Tubuh akan kekurangan O2 dan bisa menyebabkan kematian.

Melansir dari Hellosehat.com, ketika napas tersendat, kerja paru-paru pun terhambat dalam mengalirkan oksigen.

Hal ini bisa menggangu fungsi kerja organ-organ tubuh vital dan bisa berakibat fatal.

Daripada membakarnya, sebisa mungkin kita hidup hemat sampah.

Ini yang dimaksud dengan life cycle thinking, sebelum kita membeli sesuatu, kita harus tahu fungsi dan umur kegunaannya.

Dengan cara ini kita bisa hidup hemat sampah.

“Kita mesti tahu dari awal sampai akhirnya akan jadi apa. Dengan begitu, kita jadi berpikir perlu beli barang yang berpotensi menjadi sampah tersebut atau tidak. Yang pasti, harus dipikirkan dari produksi, distribusi, dan akhir hidupnya bagaimana,” Jelas Jessica Hanafi pada Nationalgeographic.co.id.

Kemudian, kurangi –bahkan kalau bisa sudahi– penggunaan plastik sekali pakai.

Manfaatkanlah plastik untuk waktu yang lama dan terus-menerus.

Bila memiliki sampah organik, buanglah di satu tempat untuk kemudian diolah menjadi pupuk kompos.

Ketimbang kita bingung mau diapakan sampah kita ketika menggunung.

Berikan pada petugas kebersihan setempat, untuk selanjutnya mereka daur ulang.

Tapi, yang lebih penting dari banyak langkah menangani sampah adalah “mengurangi”.

Mengurangi kebiasaan konsumtif.

Semakin sedikit kita belanja, semakin sedikit kita menyampah. (Nationalgeographic.co.id/Mahmud Zulfikar).

Artikel ini telah tayang di Nationalgeographic.co.id dengan judul Membakar Sampah Dinilai Lebih Praktis, Tapi Ternyata Lebih Berbahaya

Tags:
Bahaya Membakar SampahMembakar Sampah
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved