Breaking News:

Frustasi Istri Selalu Marah-marah, Pria Ini Berusaha Bunuh Diri, Nekat Lompat dari Kapal Ferry!

Seorang pria merasa sudah cukup muak dengan sikap istrinya yang suka mengatur memutuskan untuk melompat dari sebuah ferry.

Tayang:
Kolase : Pixabay
Frustasi istri selalu marah-marah, pria ini berusaha bunuh diri, nekat lompat dari kapal ferry! 

Menggunakan seutas tali tambang, Tim Passaka mengikat tubuhnya lalu mendekati korban.

AKP Pandu bersama personel lainnya memegangi ujung tali.

 Lamaran Kekasihnya Ditolak Keluarga Karena Uang Mahar Rp 10 Juta, Si Wanita Bunuh Diri Minum Racun

Tali digunakan untuk membantu proses penyelamatan. Agar anggota Tim Passaka yang mendekati korban bisa cepat ditarik saat berhasil menangkap korban. Sehingga tidak terjatuh ke bawah tebing.

Cara itu ternyata berhasil. Tim Passaka yang mendekat, langsung memegangi dan menarik tubuh korban. 
Sementara personel lainnya menahan dan menarik ujung tali.

Korban pun berhasil diselamatkan. Perempuan itu lalu dievakuasi ke Mapolres Majene.

AKP Pandu menjelaskan, perempuan tersebut mencoba bunuh diri lantaran memiliki masalah dengan suaminya.

Tim Passaka yang dipimpin Kasatreskrim Polres Majene, AKP Pandu Arief Setiawan berhasil menyelamatkan perempuan yang mencoba bunuh diri di Pantai Dato, Kecamatan Banggae Timur.
Tim Passaka yang dipimpin Kasatreskrim Polres Majene, AKP Pandu Arief Setiawan berhasil menyelamatkan perempuan yang mencoba bunuh diri di Pantai Dato, Kecamatan Banggae Timur. (Tribun Timur)

Korban saat ini sedang hamil. Usia kandungan menginjak sebulan. Namun suaminya menghindar.

"Suami yang bersangkutan selalu menghindar dan menjauh apabila yang bersangkutan ke rumah suaminya," jelas AKP Pandu.

Kata Pandu, korban kini telah dipulangkan ke rumah keluarganya di Kelurahan Baru.

Lamaran Ditolak, Bunuh Diri

Sebelumnya di tempat terpisah, seorang perempuan berinisial C (31) asal Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan nekat bunuh diri.

Gegara patah hati, karena lamaran kekasihnya Ramli (37) ditolak keluarganya sendiri, perempuan 31 tahun itu memutuskan mengakhiri hidupnya.

Wanita C ditemukan meninggal dunia di rumah Ramli setelah sempat Silariang atau kawin lari dan tinggal di Desa Punagaya, Kecamatan Bangkala, Jeneponto.

Menanggapi kejadian itu, psikolog yang juga dosen di Fakultas Psikologi Universitas Bosowa, Titin Florentina P mengatakan, fenomena bunuh diri ada beberapa macam pemicunya.

"Dalam kasus ini usianya (C) sudah 30-an, seharusnya cara berfikirnya sudah matang, sudah dewasa awal," kata Titin.

"Cara berfikirnya harusnya sudah mampu menyelesaikan berbagai masalah dengan baik. Tapi kenyataannya dia memilih mengakhiri hidup, berarti memang konsep dirinya menurun," kata Titin.

 Cerai dari Fairuz A Rafiq, Galih Ginanjar Akui Sempat Jatuh Miskin & Depresi Hingga Ingin Bunuh Diri

Sumber: Suar.id
Halaman 3/4
Tags:
Malaysia
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved