Breaking News:

Arswendo Meninggal karena Kanker Prostat, Ini Cara Deteksi Kehadiran Penyakit Ini dari Air Kencing

Arswendo Atmowiloto meninggal karena kanker prostat, berikut cara mendeteksi kehadiran penyakit ini versi Prof. Colin Cooper dari Kampus UEA Inggris.

Penulis: Anggia Desty
Editor: Agung Budi Santoso
Kolase TribunStyle.com/ Kompas/ Arbain Rambey
Almarhum Arswendo Atmowiloto dan penyakit kanker prostat 

Budayawan Arswendo Atmowiloto meninggal karena kanker prostat, ini cara mendeteksi kehadiran penyakit kanker prostat menurut Prof. Colin Cooper, Dr. Daniel Brewer, dan Dr. Jeremy Clark, dari Sekolah Kedokteran Norwich UEA. Rob Mills, Marcel Hanna, dari Para peneliti dari Universitas East Anglia (UEA) di Norwich, Inggris, dan Rumah Sakit Universitas Norfolk dan Norwich (NNUH).

TRIBUNSTYLE.COM -  Bagaimana cara mendeteksi kehadiran kanker prostat, penyakit yang dilawan budayawan Arswendo Atmowiloto sebelum meninggal dunia akhir pekan lalu?

Ternyata serangan kanker prostat yang agresif bisa dideteksi dari air kencing atau urine.

TribunStyle.com mengutip Medical News Today, hasil penelitian terbaru telah mengungkapkan bahwa tes urin baru dapat mendeteksi kasus kanker prostat yang agresif yang membutuhkan perawatan hingga 5 tahun lebih cepat daripada metode diagnostik lainnya.

Para peneliti dari Universitas East Anglia (UEA) di Norwich, Inggris, dan Rumah Sakit Universitas Norfolk dan Norwich (NNUH) melakukan penelitian.

Mereka mengungkapkan bahwa tes urine eksperimental, yang disebut Prostate Urine Risk (PUR), dapat membedakan siapa yang akan dan siapa yang tidak akan memerlukan pengobatan dalam 5 tahun pertama diagnosis.

Innalillahi, Arswendo Atmowiloto Meninggal karena Kanker Prostat, Ini Pemicu, Gejala, Menu Pencegah

Innalillahi, Arswendo Atmowiloto Meninggal karena Kanker Prostat, Waspadai 5 Pemicu Penyakit Ini

Prostat
Prostat (Reader's Digest)

Temuan ini sekarang muncul di jurnal BJU International.

Tim tersebut termasuk Prof. Colin Cooper, Dr. Daniel Brewer, dan Dr. Jeremy Clark, dari Sekolah Kedokteran Norwich UEA. Rob Mills, Marcel Hanna, dan Prof. Richard Ball, dari NNUH, memberikan dukungan.

Untuk mengembangkan tes unik ini, para peneliti melihat ekspresi gen dalam sampel urin dari 535 pria dan menentukan ekspresi bebas sel dari 167 gen yang berbeda.

Mereka kemudian membentuk kombinasi dari 36 gen berbeda yang oleh para ilmuwan dianggap sebagai tanda tangan risiko, atau biomarker, yang dapat dicari oleh tes PUR.

Tes ini unik karena dapat memilah orang menjadi kelompok risiko yang berbeda, sehingga menunjukkan agresivitas kanker.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa tes urin kami dapat digunakan tidak hanya untuk mendiagnosis kanker prostat tanpa perlu biopsi jarum invasif tetapi untuk mengidentifikasi tingkat risiko seseorang," kata Dr. Clark, seperti dilansir dari Medical News Today.

"Ini berarti bahwa kita dapat memprediksi apakah pasien kanker prostat yang sudah dalam pengawasan aktif akan memerlukan perawatan.

Yang sangat menarik adalah bahwa tes tersebut memperkirakan perkembangan penyakit hingga 5 tahun sebelum terdeteksi oleh metode klinis standar."

"Selain itu," tambahnya, "tes ini dapat mengidentifikasi pria yang delapan kali lebih kecil kemungkinannya membutuhkan perawatan dalam waktu 5 tahun setelah didiagnosis."

Halaman 1/2
Tags:
kanker prostat Arswendo AtmowilotoArswendo Atmowilotokanker prostat
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved