Gempa Hari Ini
Gempa Hari Ini Jumat 19 Juli 2019 - BMKG Catat Gempa Guncang Tasikmalaya Magnitudo 4,5 Ini Dampaknya
Gempa Hari Ini Jumat 19 Juli 2019 - BMKG Catat Gempa Guncang Tasikmalaya Magnitudo 4,5 Ini Dampaknya
Penulis: Verlandy Donny Fermansah
Editor: Irsan Yamananda
TRIBUNSTYLE.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Jumat 29 Juli 2019 dini hari ini.
Gempa yang menguncang Tasikmalaya bermagnitudo 4,5.
Seperti dirilis BMKG via Twitter resminya, gempa Tasikmalaya terjadi pada Jumat pukul 01.22 WIB.
Pusat gempa berada di laut 58 km barat daya Tasikmalaya.
Gempa terjadi pada kedalaman 17 km.
Meski terjadi di laut, BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.
Lindu dirasakan hingga skala II MMI atau hingga Pangandaran.
Berdasarkan skala MMI, di mana pada skala II seseorang hanya merasakan benda-benda ringan berjatuhan dan bergoyang.
"#Gempa Mag:4.5, 19-Jul-19 01:22:39 WIB, Lok:8.13 LS, 107.92 BT (Pusat gempa berada dilaut 58 km BaratDaya Kab Tasikmalaya), Kedlmn:22 Km Dirasakan (MMI) II Pangandaran #BMKG." rilis BMKG.
• Beredar Video Viral Warga Punguti Ratusan Ikan di Pantai Canggu, Diduga Terjadi Sebelum Gempa Bali
• TERBARU! Update Setelah Gempa Bali, 45 Bangunan Rusak, Guru dan 2 Siswa Tertimpa Reruntuhan Bangunan
• 5 Fakta Gempa Bali Selasa (16/7) Pagi, dari Penyebab, Gempa Susulan hingga Imbauan dari BMKG
I MMI
Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang
II MMI
Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
III MMI
Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
IV MMI
Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.
V MMI
Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
VI MMI
Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.
VII MMI
Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.
IX MMI
Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
XI MMI
Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.
XII MMI
Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.
(Tribunstyle.com/Verlandy Donny Fermansah)
Yuk Like dan Subscribe Channel YouTube Tribunstyle di bawah ini: