Ratna Sarumpaet Hoaks Terbesar, 5 Hoaks Termasif di Indonesia dari Gempa Palu & Black Box Lion Air
Berikut daftar hoaks di Indonesia, mulai kasus Ratna Sarumpaet, hoaks Audrey Yu Jian, gempa susulan Palu, hingga rekaman Black Box Lion Air.
Penulis: Yuliana Kusuma Dewi
Editor: Dimas Setiawan Hutomo
Berikut daftar hoaks di Indonesia, mulai kasus Ratna Sarumpaet, hoaks Audrey Yu Jian, gempa susulan Palu, hingga rekaman Black Box Lion Air.
TRIBUNSTYLE.COM- Kabar bohong/hoaks yang menyebar di masyarakat seringkali menyebabkan keresahan tersendiri.
Kabar hoaks hari ini yakni terkait aturan ganjil-genap yang mulai diberlakukan Sabtu (12/7/2019) di DKI Jakarta.
Sebelumnya juga banyak beredar kabar hoaks terkait aksi kerusuhan 22 Mei 2019.

• Viral Hari Ini, Hoaks Aturan Ganjil Genap Mulai 12 Juli di Jakarta Tersebar di Media Sosial
• Beredar Hoaks tentang Audrey Yu Jia Hui, Ini Fakta-fakta Soal Kejeniusannya yang Luar Biasa!
• Polisi Sebut Video Viral Remaja Tewas Dianiaya Saat Aksi 22 Mei Sebagai Hoaks, Berikut Buktinya!
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan setidaknya ada 30 hoaks yang dibuat selama kerusuhan 22 Mei 2019, dilansir dari Kompas.com.
Selain kedua kasus tersebut, masih ada beberapa kabar hoaks yang pernah meluas di Indonesia.
TribunStyle himpun dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa kasus hoaks diantaranya, kasus Ratna Sarumpaet, gempa susulan Palu, rekaman Black Box Lion Air, hingga makanan yang terbakar karena mengandung Plastik.
1. Hoaks Ratna Sarumpaet

Kasus hoaks yang disebarkan oleh Ratna Sarumpaet sempat menggegerkan publik kala itu.
Ratna Sarumpaet dengan muka penuh lebam mengabarkan bahwa dirinya adalah korban penganiayaan pada 21 September 2018.
Pada 3 Oktober 2018, ibunda dari artis Atikah Hasiholan tersebut mengaku bahwa lebam di wajahnya bukan karena kasus penganiayaan melainkan efek sedot lemak yang dilakukannya.
Ratna Sarumpaet saat itu menjadi salah satu anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Kebohongan yang telah disebarkannya juga disampaikan pada beberapa tokoh politik seperti calon presiden kala itu, Prabowo Subianto, Fadli Zon, Amien Rais dan sebagainya.
Kebohongan Ratna Sarumpaet ini berujung panjang.
Ratna Sarumpaet ditangkap polisi saat dirinya berada di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten pada Kamis (4/10/2018).
Akibat keonarannya menyebarkan hoaks, Ratna Sarumpaet divonis oleh hakim dua tahun penjara, Kamis (11/7/2019).
2. Kabar Hoaks Audrey Yu Jian

Sebelumnya juga beredar kabar hoaks terkait Audrey Yu Jian, perempuan genius asal Indonesia.
Kabar hoaks Audrey menyebar secara cepat.
Awal mula berita hoaks tersebut disebarkan oleh akun twitter @nithasist.
Banyak pemberitaan tentang Audrey, namun setelah dikonfirmasi kepada pihak-pihak bersangkutan beberapa kabar tersebut adalah hoaks.
Diantaranya kabar hoaks Audrey adalah:
Audrey pernah bekerja di Badan Antariksa Amerika (NASA).
"Lulus diusia kurang dari 25 tahun, dia langsung diterima kerja di NASA dengan gaji Rp 200 juta per bulan," tulis @nithasist dalam twitnya, dilansir dari Kompas.com Jumat (12/7/2019).
Hoaks lainnya yakni terkait dengan Audrey yang bertemu dengan Presiden Jokowi di KTT G-20 yang diselenggarakan di Osaka, Jepang.
Ketika diakses pada Senin (8/7/2019) petang, twit tersebut sudah tidak ditemukan di akun twitter @nithasist.
3. Hoaks Gempa Susulan Palu

Kabar bohong tentang adanya gempa susulan di Donggala, Palu tersebut beredar pasca bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada Jumat (28/9/2018)
Kabar hoaks ini menimbulkan ketakutan dan trauma tersendiri bagi korban bencana gempa bumi dan tsunami Donggala, Palu.
Kabar hoaks adanya gempa susulan tersebut disebarkan lewat aplikasi WhatsApp.
Adanya berita tersebut, Kepala Pusat data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho memastikan bahwa pesan tersebut adalah kabar bohong alias hoaks.
Mengacu catatan BNPB per 10 Oktober 2018 pukul 13.00 WIB jumlah korban gempa Donggala dan tsunami Palu sebanyak 2.045 orang, dilansir dari Kompas.com.
4. Hoaks Rekaman Black Box Lion Air

Berita hoaks menyertai peristiwa jatuhnya Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang pada 29 Oktober 2018 silam.
Beredar dua video berisi rekaman kopkit yang memuat percakapan pilot dan kopilot yang disebut berasal dari pesawat Lion Air JT 610.
Namun setelah dikonfirmasi ternyata rekaman tersebut bukan berasal dari pesawat Lion Air JT 610.
"Video tersebut sama sekali tidak terkait peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang pada tanggal 29 Oktober 2018," ujar Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kemenkominfo, Ferdinandus Setu, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (31/10/2018), dilansir dari Kompas.com.
Ternyata rekaman berasal dari black box Air Asia QZ 8501 yang jatuh pada 9 Januari 2015.
Serta dari black box pesawat Adam Air 574 dengan rute penerbangan dari Surabaya-Manado yang jatuh pada 1 Januari 2007.
5. Hoaks Makanan yang Terbakar Karena Mengandung Plastik

Sempat beredar di media sosial tentang produk makanan yang akan terbakar karena mengandung plastik atau lilin.
Adanya kabar tersebut membuat publik sempat khawatir.
Badan Pengawan Obat dan Makanan (BPOM) lantas mengklarifikasi hoaks tersebut dalam situs pom.go.id pada 3 Maret 2016, dilansir dari Tribun Timur.
1. Bahwa produk pangan yang mengandung lemak/minyak dengan kadar air rendah terutama yang berbentuk tipis, berpori, seperti krupuk, krekers, dan makanan ringan lainnya dapat terbakar/menyala jika disulut dengan api.
2. Bahwa produk pangan yang terbakar/menyala tersebut tidak dapat membuktikan adanya kandungan plastik dan/atau lilin di dalam produk pangan.
3. Bahwa untuk membuktikan adanya kandungan plastik dan/atau lilin diperlukan pengujian lebih lanjut di laboratorium.
4. Bahwa Badan POM telah melakukan evaluasi keamanan, mutu, dan gizi pangan termasuk terhadap semua bahan yang digunakan untuk pembuatan pangan olahan sebelum pangan tersebut diedarkan dengan nomor izin edar Badan POM (MD atau ML).
5. Sebagai perlindungan terhadap masyarakat, Badan POM terus melakukan pengawasan terhadap kemungkinan beredarnya produk yang tidak memenuhi syarat.
Lima kasus tersebut merupakan beberapa hoaks yang beredar di Indonesia.
Selain itu masih banyak lagi kabar hoaks yang beredar.
Dihimbau masyarakat untuk hati-hati dalam menelaah berita.
Diharapkan publik tidak menyebarkan berita yang tidak jelas atau belum terkonfirmasi kebenarannya. (TribunStyle/Yuliana Kusuma)
Follow akun Facebook TribunStyle:
Yuk Subscribe channel Youtube TribunStyle