Kisah Siswi SMA Asal Kupang Dijual Orang Tua untuk Puaskan Nafsu Kakek-kakek, Layani di Rumah Korban
SM menjadi budak seks kakek ZA dengan sepengetahuan orangtua. Korban berulang kali dicabuli di rumah korban saat ada orangtua & anggota keluarga lain.
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
Korban tidak dapat berbuat banyak saat berada dalam kamar, sebab ZA selalu membawa pisau dan mengancam akan membunuh korban saat melawan.
"Kenapa tidak teriak? Dia jawab, siapa mau tolong? Terus dia pegang pisau. Dan ancam kalau saya macam-macam saya akan dibunuh. Ini keterangan dari korban," ujar Chornelis menuturkan percakapannya dengan korban.
Begitu kejadian pencabulan itu terus terjadi.
• Polisi Tak Kunjung Datang, Lion Mama Nekat Lakukan Pembunuhan, Lukai 3 Pelaku Pemerkosaan Putrinya
• Daftar 10 Negara Ini Memiliki Angka Pemerkosaan Tertinggi di Dunia, Indonesia Termasuk?
Kakek ZA sering mendatangi rumah korban, dan saat pelaku datang maka ibu korban akan mempersiapkan tempat dan seluruh anggota keluarga diarahkan untuk duduk di teras rumah.
Hal tersebut dilakukan agar rumah dalam keadaan kosong.
"Setiap kali Zainal datang masuk ke rumah lalu bisik mamanya, terus semua orang dalam rumah disuruh duduk di teras rumah lalu korban disuruh masuk. Kami lihat dengan mata kepala kami," ujar Weli Mesak, istri Chornelis Pello.
Berungkali pencabulan atas dirinya terjadi, membuat SM jadi hilang akal. Akhirnya, suatu saat, karena sudah tak tahan dengan penderitaan yang dialaminya, SM pun berupaya melarikan diri.
Ia pun melarikan diri ke Kota Kupang untuk melanjutkan sekolah SMA. Namun SM kembali dijemput orangtuanya.
"Dia bilang dia sudah berupaya lari dari rumah untuk tinggal di Kupang untuk lanjut sekolah dan sudah terdaftar di sekolah akan tetapi dipanggil pulang karena alasan To'o (paman) meninggal. Ketika tiba di rumah mamanya dan pelaku sudah ada," ujar Chornelis.
Tak tahan dengan derita yang dialaminya, SM pun hendak mengakhiri hidupnya. SM nekat menenggak racun. Upaya ini diketahui orangtuanya. Nyawanya pun dapat tertolong.
Aksi pencabulan ini dilakukan hingga akhirnya SM hamil. Mengetahui dirinya hamil, SM pun melarikan diri dari rumah. Akhirnya, SM pun mengaku ke LSM Rumah Perempuan.
Kepada Pos-Kupang.com, Chornelis Pello mengatakan, pada Januari 2019, LSM Rumah Perempuan melaporkan peristiwa ini ke Polres Kupang.
Namun sampai saat ini, Juni 2019, belum ada kejelasan terhadap dugaan pencabulan yang dialami SM, siswi SMA ini yang menjadi budak seks tersebut.
Selanjutnya, SM dititipkan di Panti Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial NTT.
Sempat Diminta Pulang