Ciri-ciri Tahi Lalat Berpotensi Tumbuh Menjadi Kanker Kulit, Patut Waspada!
Umumnya, tahi lalat yang tumbuh tidaklah berbahaya untuk kesehatan manusia. Tapi ada juga tahi lalat yang menjadi kanker kulit.
Editor: Archieva Nuzulia Prisyta Devi
TRIBUNSTYLE.COM - Tahi lalat adalah hal paling alamiah yang ada di tubuh manusia.
Sejak lahir sudah ada tahi lalat yang muncul di tubuh kita.
Hingga besar, tahi lalat tersebut akan tetap ada.
Umumnya, tahi lalat yang tumbuh tidaklah berbahaya untuk kesehatan manusia.
Meski begitu, ada juga tahi lalat yang bisa tumbuh menjadi kanker kulit.
• 5 Gejala Kanker Kulit yang Perlu Kamu Tahu : Kenali Tahi Lalat, Kulit Bersisik, hingga Luka di Kulit
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Rachel Djuanda mengungkapkan, ciri-ciri tahi lalat yang berbahaya bisa dilihat dengan rumus A (Asymmetric), B (Border), C (Colour), dan D (Diameter).
"Kalau tahi lalat yang tidak berbahaya bentuknya jelas bulat. Kalau yang perlu dicurigai kanker kulit, bentuknya asimetris," ujar Rachel dalam diskusi media di RS Bunda Jakarta pada 23 Mei 2018 lalu.
Kemudian B atau border merupakan batas tahi lalat.
Tahi lalat normalnya memiliki batas yang tegas, sedangkan yang berpotensi kanker tidak, seperti bercak.
Dari segi warna, dicurigai kanker kulit jika warna tahi lalat lebih dari satu, misalnya hitam dan kecokelatan.
Untuk diameter, tahi lalat yang tidak berbahaya biasanya berukuran kecil dan tidak membesar.
Dokter Spesialis Bedah Onkologi Afrimal Syafarudin menambahkan, perubahan pada tahi lalat perlu diwaspadai.
Afrimal juga mengatakan, bahwa tahi lalat bisa muncul sejak kecil maupun saat dewasa.
Jadi, tidak perlu khawatir jika tumbuh tahi lalat baru di wajah maupun tubuh.
"Curiga kanker itu, misalnya tahi lalat yang tadinya ada rambut, kemudian rontok, lalu berdarah. Itu namanya lesi prakanker," lanjut Afrimal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/tahi-lalat_20160929_212639.jpg)