Kisah Badak Sumatera Terakhir Yang Berada Di Penangkaraan Malaysia, Si Pejantan Terakhir
Simak kisah seekor Badak Sumatera jantan terakhir yang berada di penangkaraan Malaysia, kesehatannya semakin menurun, umur lebih dari 30 tahun.
Penulis: Dhimas Yanuar Nur Rochmat
Editor: Dimas Setiawan Hutomo
Simak kisah seekor Badak Sumatera jantan terakhir yang berada di penangkaraan Malaysia, kesehatannya semakin menurun, umur lebih dari 30 tahun.
TRIBBUNSTYLE.COM - Kesehatan badak sumatera jantan terakhir yang masih hidup di Malaysia semakin memburuk dan perlu penanganan dengan cepat dan lebih baik.
Dikutip dari The Star, Direktur Departemen Satwa Satwa Liar Malaysia, Augustine Tuuga, mengatakan kekhawatiran serius ini meningkat atas karena kesehatan badak bernama Tam, yang nafsu makan menurun tiba-tiba sejak akhir April.
"Sekarang sudah memasuki usia tua untuk badak Sumatera ini" katanya dalam sebuah pernyataan kemarin.
• VIDEO VIRAL Pria Order Ojek Online Kaget Dapat Driver Berwajah Mirip Dengannya, Settingan?
• Viral Pria Bunuh Seekor Monyet yang Terkurung dengan Pistol, Katakan Baby Sayang atau Kutembak
• Viral Video Remaja Obrak-abrik Minuman di Minimarket, Nangis Saat Ditegur: Belum Pernah Kerja Ya!
“Kini Tam menerima banyak perhatian dan pengobatan sepanjang waktu."
"Bahkan tes sedang berlangsung tetapi tampaknya satu atau lebih organ internalnya sudah tidak berfungsi dengan baik” lanjut Tuuga.
Setelah seminggu diberi makan dan dirawat oleh staf departemen, organisasi non-pemerintah lokal SOS Badak (sekarang dikenal sebagai Borneo Badak Alliance) dan WWF-Malaysia, Tam dimasiukkan kedalam penangkaran.
Lalu dibawa ke fasilitas di Suaka Margasatwa Tabin, Sabah, tempat tinggal hewan malang itu.
Tuuga juga mengatakan bahwa badak bernama Tam ini selalu menjadi favorit orang-orang yang bekerja dengannya atau mengunjunginya karena sikapnya yang tenang.
Namun, harapan untuk menemukan jodoh dan mendapatkan keturunan bagi Tam telah sirna.
Karena ketika badak betina Puntung, ditemukan pada tahun 2011, ia ditemukan memiliki banyak kista di seluruh rahimnya, dan Iman, yang ditangkap pada 2014, ditemukan memiliki fibroid rahim yang masif.
Begitu susah mencari pasangan yang tepat untuk seekor Badak Sumatera yang semakin punah ini.
Penyakit-penyakit ini merupakan cerminan dari terlalu sedikit badak dan keberhasilan penangkaran dan tidak mencukupinya keturunan selama beberapa dekade terakhir ini.
• Ibu Remaja Kubur Bayinya Hidup-hidup, Diselamatkan Oleh Anjing Dengan Kaki Pincang
• Seorang Wanita Hampir Kehilangan Nyawa Karena Paha Tertusuk Kursi Kaki Satu Ini, Hati-hati
• Pria Ini Alami Kematian Mendadak Setelah Bermain Badminton, Coba Lakukan CPR, Apa Penyebabnya?
Puntung yang ditemukan pada tahun 2011 itu meninggal pada tahun 2017 karena kanker yang menyakitkan dan tidak dapat disembuhkan.
Sejak 2011, banyak upaya yang dilakukan penangkaran di Malaysia untuk menyelamatkan spesies ini dari kepunahan.
Dan bahkan telah difokuskan pada penerapan teknologi reproduksi canggih, termasuk upaya fertilisasi in vitro serta berkolaborasi dengan Indonesia.
Meskipun sampai saat ini belum ada usaha yang berhasil.
Badak Sumatera belum banyak lagi terlihat di hutan Sabah selama lebih dari satu dekade terakhir. (Tribunstyle/Dhimas Yanuar).
Like dan Subscribe Ya!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/kisah-badak-sumatera-terakhir-yang-berada-di-penangkaraan-malaysia-kesehatan-menurun-umur-30-tahun.jpg)