Tips Merencanakan Mudik Lebaran 2019, Lengkap dengan Aturan Fiqih Tidak Berpuasa Bagi Musafir

Merencanakan Mudik Lebaran 2019? Berikut Penjelasan Aturan Fiqih Tidak Berpuasa Bagi Musafir.

Tips Merencanakan Mudik Lebaran 2019, Lengkap dengan Aturan Fiqih Tidak Berpuasa Bagi Musafir
Warta Kota/ Henry Lopulalan
Mudik Lebaran 

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

“…Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain...” (QS. al-Baqarah: 185)

Hanya saja ketentuan bahwa seorang musafir boleh tidak berpuasa memiliki aturan-aturan main yang tidak disebutkan secara rinci di dalam al-Qur’an.

Aturan-aturan ini perlu diketahui oleh masyarakat muslim agar tidak salah dalam menerapkannya.

Tidak dipungkiri bahwa tidak setiap muslim benar-benar memahami hal ini.

Mereka hanya memahami bahwa seorang yang sedang bepergian boleh tidak berpuasa, itu saja, tidak lebih.

Maka terjadilah satu perbuatan di mana di pagi hari seseorang berpuasa lalu membatalkannya karena ia melakukan satu perjalanan dan menyebut dirinya sebagai musafir.

Atau ada seorang yang sejak malam hari sudah berniat tidak akan berpuasa di esok hari karena akan melakukan perjalanan jauh, pun dengan pemahaman karena pada hari itu ia sebagai musafir.

Lalu bagaimana sebenarnya aturan main bagi seorang musafir yang diperbolehkan tidak berpuasa?

Dikutip TribunPalu.com dari laman NU Online berikut penjelasannya. 

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Ika Putri Bramasti
Sumber: Tribun Palu
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved