Breaking News:

Cerita Viral

Viral, Seekor Singa dengan Penyakit Kulit Ini Mendapatkan Terapi Perawatan di Rumah Sakit

Simak cerita viral, seekor singa yang memiliki penyakit kulit, mendapatkan perawatan terapi radiasi di tumah sakit Afrika Selatan.

Tayang:
LadBible/KaraHeynis
Seekor Singa dengan Penyakit Kulit Ini Mendapatkan Perawatan Terapi di Rumah Sakit, Ceritanya Viral 

Simak cerita viral, seekor singa yang memiliki penyakit kulit, mendapatkan perawatan terapi radiasi di tumah sakit Afrika Selatan.

TRIBUNSTYLE.COM - Menghabiskan waktu di rumah sakit bisa cukup menakutkan bagi beberapa orang.

Namun ada juga yang merasa tenang saat berada di rumah sakit karena mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat.

Juga perawatan kulit yang mungkin harus dilakukan beberapa orang di rumah sakit, tetapi mungkin akan berbeda dengan reaksi pasien di rumah sakit di Afrika Selatan yang harus berbagi bangsal dengan singa seberat 250 Kg.

Kekacauan yang mungin dapat terjadi di rumah sakit ini saat sang singa ini menerima perawatan radiasi untuk kanker kulit di hidungnya di Muelmed Mediclinic di Pretoria, Afrika Selatan.

Viral, Tak Sengaja Pecahkan Guci Berisi Uang Simpanan Ayah, Ternyata Cuma Segini Nabung 13 Tahun

Kisah Viral Seorang Kakek Nekat Membelah Gunung Selama 22 Tahun, Sempat Dianggap Gila

Niat Makan Gurita Hidup Dalam Vlog-nya, Wajah Wanita Ini Malah Jadi Makanan Si Gurita, Jadi Viral!

Chaos, dimasukkan kedalam rumah sakit melalui pintu belakang.
Chaos, dimasukkan kedalam rumah sakit melalui pintu belakang. (Kara Heynis)

Kucing besar berusia 16 tahun itu tidak sadarkan diri, diikat dan diselundupkan melalui pintu belakang untuk menghindari pasien lain yang bisa saja kaget dengan kedatangan kucing ini.

Singa bernama "Chaos" ini dirawat oleh lima ahli radioterapi dan seorang ahli onkologi dari rumah sakit tersebut, karena tidak ada fasilitas radioterapi untuk hewan di negara ini.

Chaos telah tinggal di tempat perlindungan binatang dan burung hantu di Lory Park, sejak Chaos berusia beberapa hari, Kara Heynis, mengatakan perawatannya mahal tetapi 'sangat sepadan'.

Mengutip dari LadBible, Kara berkata: "Dia seperti anak kita sehingga kita akan melakukan apa pun yang  dibutuhkan untuknya."

Untungnya bagi pasien lain di rumah sakit, staf memastikan bahwa semua aman ketika mereka membawa sang singa kedalam rumah sakit.

Spesialis Radiasi, Hanri Reynolds, mengatakan kepada News 24: "Kami memeiliki fasilitas zoologi terdaftar sehingga ia dapat ditemani setiap saat"

"Dan kami juga memiliki semua izin yang diperlukan untuk merawat hewan."

"Kami memulai seluruh proses pengangkutannya ke rumah sakit pada pukul 10:30 dan kembali ke Lory Park pada pukul 13:15."

"Tidak ada pasien manusia lain saat dia dirawat dan dia masuk ke rumah sakit melalui pintu belakang."

Chaos saat ini disimpan di tempat teduh di kandang yang bersama dengan singa betina lain sampai ia menyelesaikan semua perawatannya dalam waktu sebulan.

Biasanya, hewan tanpa rambut atau bulu - seperti kuda nil, babi hutan, dan gajah - paling rentan terhadap kanker kulit.

Singa di alam liar biasanya hidup sampai sekitar usia 14, tetapi di dalam penangkaran harapan hidup rata-rata singa adalah 22 tahun0.

Prospeknya sangat berbeda untuk beberapa singa ternak.

Gambar yang bermunculan dari sebuah peternakan di Afrika Selatan di mana singa disimpan dalam kondisi yang mengerikan dan sempit sebelum dijual ke tempat-tempat wisata beredar.

Singa dalam penampungan dan peternakan yang tidak layak.
Singa dalam penampungan dan peternakan yang tidak layak. (HSI/LadBible)

Pilot Lion Air yang Viral karena Pukuli Pegawai Hotel di Surabaya Tidak Dalam Pengaruh Narkoba

Viral Kisah Polisi di Rote Temukan Dompet Ibu-ibu Berisi Uang Rp 5 Juta, Menolak Terima Hadiah

Viral, Bocah Ini Menangis Saat Tahu Akun Mobile Legends Di Ban Selama 11.000 Hari

Singa ini sebenarnya hampir tidak memiliki berambut karena kudis tersebut, penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau parasit yang menyebabkan gatal parah, rambut rontok.

Menurut sebuah laporan oleh HSI, hingga 12.000 hewan per tahun dikembangbiakkan di sekitar 200 peternakan, dalam sebuah industri yang telah disebut sebagai 'snuggle scam'.

Kabarnya, hewan-hewan tersebut dibiakkan di peternakan, kemudian dikirim ke pusat-pusat wisata di mana wisatawan dapat mendekati binatang-binatang itu.

Dari sana, mereka dapat dikirim ke safari atau sebuah tur dengan para pembuat acara liburan atau wisata.

Mereka dengan senang hati tidak menyadari penderitaan yang dialami makhluk-makhluk itu sebelum mereka mencapai di daerah wisata atau di kebun binatang tersebut. (Tribunstyle/Dhimas Yanuar).

Like dan Subscribe Ya!

Tags:
singaAfrika Selatan
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved