Breaking News:

Hari Buruh

Jelang Hari Buruh Internasional, KSPI Tuntut Pemerintah Indonesia Hapus PP Tentang Pengupahan

Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2019, jadi ajang unjuk rasa bagi buruh kepada pemerintahan sekarang.

KOMPAS.com/JESSI CARINA
Kelompok buruh berunjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (31/10/2017). 

Jelang hari buruh Internasional, KSPI tuntut pemerintah hapus PP tentang pengupahan, berikut penjelasannya!

TRIBUNSTYLE.COM - Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2019, jadi ajang unjuk rasa bagi buruh kepada pemerintahan sekarang.

Dikutip dari Kompas.com pada Selasa (30/4/2019) ketua Harian Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi mengatakan, KSPI bersama beberapa federasi buruh akan membawa sejumah isu.

Mereka bakal membawa isu dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada Rabu esok (1/5/2019).

Terungkap, 8 Foto Kehidupan Asli Warga Korea Utara, Makan Rumput hingga Anak Kecil Jadi Buruh

Viral Spanduk Kurangi Jam Kerja Perbanyak Bercinta di Demo Hari Buruh, Serius, Nyinyir & Ngakak!

May Day 2018 - 5 Pesohor Dunia Ini Pernah Jadi Buruh Lo, Mulai Alexis Sanchez Sampai Jackie Chan!

Sama dengan tahun-tahun sebelumnya, sejumlah buruh selalu memperingati Hari Buruh Internasional dengan sejumlah tuntutan.

Demikian dengan tahun ini, isu-isu yang akan diusung oleh sejumlah buruh adalah tak jauh dari kesejahteraan di perusaahaannya.

Isu pertama, mereka meminta pemerintah menghapus Peraturan Pemerintahan (PP) Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan.

"Kami menyuarakan agar pemerintahan terpilih nanti menghapus PP nomor 78 tentang Upah Minimum karena PP nomor 78 yang dikeluarkan oleh Pak Jokowi tahun 2015 telah menghambat kenaikan upah buruh dan membuat daya beli buruh dan masyarakat menjadi jatuh," kata Rusdi saat ditemui wartawan di Hotel mega Proklamasi, Jakarta, Senin (29/4/2019).

Rusdi mengatakan, pihaknya akan menyuarakan penghapusan karyawan outsourcing dan pemagangan karena sangat merugikan kelompok buruh.

"Istilah outsourcing itu sangat merugikan. Kaum buruh tidak punya masa depan karena mereka bisa di-PHK kapan saja. Mereka tidak punya pesangon. Tapi ada yang lebih parah lagi dari outsourcing yaitu pemagangan," ujar Rusdi.

Halaman
12
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved