Breaking News:

Cegah Keributan, KPI Minta TV dan Radio Berikan Edukasi Soal Quick Count

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meminta lembaga penyiaran ikut mengawal proses penghitungan suara atau real count yang dilakukan oleh KPU.

Kompas.com/Fitria Chusna Farisa
Ketua KPI Yuliandre Darwis 

Cegah Penggiringan Opini KPI minta TV dan Radio jangan siarkan Quick Count.

TRIBUNSTYLE.COM - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meminta lembaga penyiaran ikut mengawal proses penghitungan suara atau real count yang dilakukan oleh KPU.

Pernyataan ini disampaikan KPI agar masyarakat bisa mengerti dan mengetahui mengenai perbedaan penghitungan suara real count dengan Quick Count yang dilakukan sejumlah lembaga survei.

Diketahui, setelah pemungutan suara di Pemilu 2019, beberapa media sering menyiarkan Quick Count yang dilakukan beberapa lembaga survey.

Hal tersebut tentu saja bakal membuat masyarakat secara tidak langsung tergiring opini kepada salah satu calon presiden dan calon wakil presiden.

KPI meminta kepada media tersebut untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang Quick Count.

"KPI meminta kepada lembaga penyiaran untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai perbedaan di masa perubahan penghitungan suara dari hitung cepat atau Quick Count ke real count yang memerlukan waktu," kata Ketua KPI Pusat Yuliandre Darwis dalam rilis pers yang dikutip dari Kompas.com, Kamis (18/4/2019).

KPI memahami, saat ini konten dari lembaga penyiaran seputar Pemilu 2019 tengah menjadi sorotan publik.

Jadi, sangat penting bagi lembaga penyiaran untuk memilih konten yang tepat agar tak menimbulkan persepsi yang keliru bagi pemirsa dan pendengar.

"Sangat wajar mengingat kepercayaan publik terhadap lembaga penyiaran masih lebih tinggi dibandingkan dengan media sosial," ucap Yuliandre.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Candra isriadhi
Editor: Dimas Setiawan Hutomo
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved