Penembakan di Masjid Selandia Baru
Jalani Sidang Perdana, Teroris Penembakan di Masjid Selandia Baru Nyengir hingga Buat Gestur Ini
Penembakan di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood, Selandia Baru pada 15 Maret 2019 kemarin ramai menjadi perbincangan publik.
Penulis: Melia Istighfaroh
Editor: Mohammad Rifan Aditya
Dalam supremasi kulit putih, Tarrant menggambarkan dirinya sebagai 'orang kulit putih biasa'.
Tarrant lahir di tengah keluarga kelas pekerja dengan penghasilan rendah.
• Senjata Brenton Tarrant Penyerang di Selandia Baru, Bertulis Pengungsi Selamat Datang di Neraka
Ini diungkapkan olehnya dalam manifesti 'Pengganti Hebat' yang dipasangnya secara online sebelum aksi pembunuhan sadis ini.
"Orangtua saya memiliki saham Skotlandia, Irlandia, dan Inggris. Saya memiliki masa kecil yang teratur, tanpa masalah besar," terangnya.
Tarrant sendiri kurang berminat dalam masa pendidikannya.
"Aku memiliki sedikit minat dalam pendidikan selama sekolahku, nyaris tidak mencapai nilai kelulusan." imbuhnya.
"Aku hanya pria kulit putih biasa dari keluarga biasa," lanjutnya.
2. Ayah Meninggal karena Kanker
Mantan atasan Tarrant, Tracey Grey menuturkan ayah kandung Tarrant meninggal karena kanker yang dideritanya.
Ia meninggal dunia jelang kelulusan Tarrant dari bangku SMA.
• Beredar Video Mesum Diduga Milik Jung Joon Young yang Disebar Pada Teman-temannya
3. Mengaku Diajari Kekerasan
Dalam tayangan yang diunggahnya sendiri, Tarrant bertanya pada dirinya sendiri dan menjawabnya.
Di suatu bagian ia bertanya, "Apakah Anda diajari kekerasan dan ekstrimisme melalui permainan video, musik, film sastra?"
Tarrant menjawabnya, "Ya, Spyro The Dragon 3 mengajariku etnonasionalisme. Fortnite melatihku menjadi seorang pembunuh dan menyisir mayat musuh-musuhku."
Dalam videonya tersebut, Tarrant mengatakan ingin menghasut kekerasan dan secara langsung mengintimidasi para imigran untuk meninggalkan negara barat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/brenton-tarrant-di-pengadilan.jpg)