Penembakan di Masjid Selandia Baru
Selandia Baru Dikenal Aman Teroris, Paling Parah Orang Bawa Senapan Angin, Ternyata Teroris Nyata!
Selandia Baru Dikenal Aman Teroris, Paling Parah Orang Bawa Senapan Angin, Ternyata Teroris Nyata!
Editor: Agung Budi Santoso
TRIBUNSTYLE.COM - Pada Jumat (15/3/2019), Yama Nabi terlambat 10 menit untuk melaksakan ibadah shalat Jumat.
Saat tiba di dekat masjid, dia melihat sesuatu yang salah.
Yama memarkir mobilnya dan menyuruh putrinya Zahal (6) untuk lari.
Dalam perjalanannya menuju masjid, Yama melewati seorang pria yang tergeletak di dalam selokan.
Pria di selokan itu mengalami luka parah di kepala dan Yama yakin pria tersebut sudah tak bernyawa lagi.
Semakin dekat dengan masjid, Yama melihat seorang pria asal Somalia yang kerap dia temui di rumah ibadah itu.
Pria tersebut bersama putranya, seorang bocah yang diingat Yama selalu bermain di dalam masjid meski seharusnya dia menjalankan shalat.
• Kisah Heroik Pemuda Rebut Senjata Pelaku Penembakan Masjid di Selandia Baru, Biasa Mengurus Masjid
• Benarkah Penembakan Brutal Brenton Tarrant di Selandia Baru Terpicu Game Kekerasan? Ini Jawabannya
Pria Somalia itu bersandar di dinding. Kakinya tertembak.
Di sampingnya tergeletak putra kecilnya, ditutupi jaket sang ayah.
Polisi yang baru tiba di lokasi, melarang Yama masuk ke dalam masjid.
Namun di luar, seorang temannya, Ramazan mengatakan sesuatu berulang kali.
"Ayahmu menyelamatkan nyawaku. Ayahmu menyelamatkan nyawaku," ujar Ramazan.
"Saya tidak bergerak," kata Nabi sambil berdiri di taman seberang masjid sambil menyaksikan polisi bekerja.
Dia mengira, perkataan Ramazan berarti sang ayah, Haji Daud Nabi, membantu kawannya itu melarikan diri.
Namun, Yama tak bisa menemukan ayahnya di mana pun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/selandia-baru-penembakan.jpg)