Survei Terbaru CRC Elektabilitas Jokowi vs Prabowo di 24 Kota Cek di Mana Prabowo dan Jokowi Unggul
Survei terbaru CRC elektabilitas Jokowi vs Prabowo di 24 kota cek di mana Prabowo dan Jokowi unggul.
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
TRIBUNSTYLE.COM - Hasil survei Pilpres 2019, mana unggul Jokowi - Maruf Amin atau Prabowo Subianto - Sandiaga Uno?
Survei Populi Center menunjukkan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo - Maruf Amin masih unggul dari pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.
Survei menunjukkan, elektabilitas Jokowi - Maruf Amin sebesar 54,1 persen, sementara Prabowo Subianto - Sandiaga Uno 31,0 persen.
Adapun yang tidak menjawab sebesar 14,9 persen.
"Hasil ini relatif sama dengan temuan survei pada bulan-bulan sebelumnya," kata peneliti Populi Center, Dimas Ramadhan saat merilis hasil survei di Jakarta, Kamis (7/2/2019).
• Hasil Survei Terbaru Elektabilitas Capres Jokowi vs Prabowo dari 7 Lembaga Survei, Cek Selisih Angka
• Jawab Prabowo, Begini Puisi Lengkap Menkeu Sri Mulyani Kala Kau Menuduh Aku Menteri Pencetak Utang
Survei sebelumnya yang digelar bulan Desember 2018 menunjukkan elektabilitas Jokowi - Maruf Amin sebesar 52 persen dan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno 30,7 persen.
Artinya, tak ada perubahan signifikan elektabilitas kedua paslon pascadebat kandidat pertama pilpres 2019 yang digelar pada 17 Januari lalu.
Elektabilitas Jokowi - Maruf Amin naik 2,1 persen, sementara Prabowo Subianto - Sandiaga Uno 0,3 persen.
Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Djayadi Hanan yang hadir sebagai penanggap menilai wajar jika debat kandidat tak berpengaruh signifikan pada elektabilitas kedua paslon.
Sebab, mayoritas masyarakat sudah lama terpolarisasi dan memiliki pilihannya masing-masing.
• Rela Bangun Subuh, Begini Kegembiraan Rafi Ahmad Bertemu Presiden Jokowi, Minta Gendong
• Titiek Soeharto dan Prabowo Selfie Foto Bareng, Bermunculan Harapan Rujuk Dihalalin Lagi Dong
"Jadi mayoritas masyarakat yang menonton debat hanya untuk menunjukkan dukungan kepada paslon yang didukungnya, dan mencari kesalahan paslon lawan," kata Djayadi.
Menurut dia, debat kandidat hanya akan berpengaruh kepada masyarakat yang belum menentukan pilihan serta pemilih mengambang. Namun, biasanya jumlahnya tidak banyak. "Biasanya hanya satu sampai dua persen," ujar dia.
Menurut dia, kontestasi yang diikuti oleh petahana biasanya akan lebih ditentukan pada kinerja petahana itu sendiri.
Oleh karena itu, pertarungan Pilpres 2019 akan lebih ditentukan penilaian masyarakat terhadap kinerja Jokowi-JK dalam empat tahun terakhir.
Survei ini dilakukan pascadebat pertama pilpres 2019, yakni 20-27 Januari 2019, dengan metode wawancara tatap muka.