Tata Cara Salat dan Niat Gerhana Bulan Total dan Supermoon, Akan Terjadi 21 Januari 2019
Saat terjadinya fenomena alam ini, umat Muslim dianjurkan untuk melakukan Salat Gerhana.
Editor: Ika Putri Bramasti
Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,
”Matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Kedua gerhana tersebut tidak terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat keduanya, berdo’alah pada Allah, lalu salatlah hingga gerhana tersebut hilang (berakhir).”
Bolehkah salat gerhana di waktu terlarang untuk melaksanakan salat?
Salat gerhana boleh dilakukan pada waktu terlarang untuk salat.
Jadi, jika gerhana muncul setelah Ashar, padahal waktu tersebut adalah waktu terlarang untuk salat, maka shalat gerhana tetap boleh dilaksanakan.
Berikut tata cara sholat gerhana bulan maupun gerhana matahari, seperti dikutip dari laman rumaysho.com;
Pertama, berniat salat gerhana di dalam hati mengerjakan salat gerhana.
Niat untuk imam:
Usholli sunnatal khusuufi rok’ataini imaaman lillahi ta’aalaa
Artinya: “Aku niat salat gerhana bulan dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala."
Niat untuk makmum:
Usholli sunnatal khusuufi rok’ataini ma’muuman lillahi ta’aalaa
Artinya: “Aku niat shalat gerhana bulan dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala."
Kedua, Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa.
Ketiga, membaca do’a istiftah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaherkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/salat-gerhana_20180131_115444.jpg)