Breaking News:

Gempa Situbondo

Update Gempa Hari ini, BMKG Tak Bisa Langsung Infokan Semua Gempa, Begini Penjelasannya

Berbagai daerah di Indonesia diguncang gempa, BMKG tak infokan semua gempa yang terjadi. Info gempa dibedakan jadi 2, berikut penjelasan selengkapnya

Penulis: Anggra Prasasti
Editor: Dimas Setiawan Hutomo
Twitter/infoBMKG
Penjelasan BMKG terkait update gempa bumi di Indonesia 

TRIBUNSTYLE.COM - Gempa bumi melanda beberapa daerah di Indonesia pada Kamis (11/10/2018).

Kamis dini hari pukul 1.35 WIB, gempa berkekuatan 6,4 SR menggunjang Situbondo, Jawa Timur.

Gempa tersebut terasa di seluruh wilayah Jawa Timur hingga Bali.

Akibat kejadian ini, 3 orang dinyatakan meninggal dunia, 4 orang luka dan beberapa rumah di Kabupaten Sumenep rusak.

Sekitar pukul 9.55 WIB, gempa berkekuatan 5,6 SR juga melanda Pulau Buru Selatan, Maluku.

Gempa yang terjadi di Maluku hari ini tidak berpotensi tsunami.

Berselang satu jam kemudian, gempa kembali melanda Jawa Timur, tepatnya di Malang.

Gempa bermagnitudo 3,5 SR terjadi pada pukul 11.02 WIB sekitar 158 km Tenggara Kabupaten Malang.

Pusat gempa berada di kedalam 10 km dan tak berpotensi tsunami.

BMKG selalu mengabarkan adanya gempa melalui akun Twitter resmi @infoBMKG.

Sayangnya, meski sudah memberikan info gempa, akun ini justru mendapat komentar tak mengenakan.

Beberapa netizen menilai BMKG terlambat dalam mengabarkan gempa bumi.

Seperti cuitan yang dituliskan oleh beberapa netizen ini.

Netizen menilai BMKG terlambat menginfokan gempa.
Netizen menilai BMKG terlambat menginfokan gempa. (Twitter/infoBMKG)

Meskipun begitu, admin BMKG berusaha membalas cuitan tersebut dengan penjelasan mengenai kondisi sebenarnya.

"Jadi gini mas… BMKG mencatat setiap gempa berapapun Magnitude-nya baik dirasakan dan tidak.

Kami membagi menjadi 2 kategori informasi. Utk gempa M>5.0 sesuai SOP dalam 5 menit HARUS terinformasikan ke publik, krn terkait ada potensi tsunami atau tidak. Cek apps/web utk terupdate,"

Sedangkan, gempa dengan kekuatan kurang dari 5 SR akan diinformasikan jika dirasakan oleh masyarakat dan tidak berpotensi tsunami.

BMKG Pusat di Jakarta akan menghubungi pihak terkait gempa untuk menanyakan skala yang dirasakan.

Maka, akan didapat data daerah-daerah yang merasakan gempa berserta skala MMI (angka romawi).

Lebih lanjut, BMKG menjelaskan bahwa mereka perlu menentukan skala MMI tersebut karena harus sesuai dengan keadaan real.

Hal itulah yang membuat BMKG membutuhkan waktu lebih lama untuk mengabarkan.

"Butuh waktu untuk menentukan skala MMI tersebut karena harus sesuai dgn keadaan real kemudian dibandingkan dg pemodelan.

Maka jika diperhatikan tweet BMKG berupa “gempa dirasakan (skala MMI)” akan memakan beberapa waktu lebih lama dari waktu kejadian gempa. Semoga tercerahkan."

BMKG berharap informasi kegempaan yang mereka kabarkan bisa diteruskan pada warga.

Sesuai dengan SOP (Standard Operating Precedure), gempa dengan kekuatan lebih dari 5 SR akan segera diinfokan ke publik karena menyangkut potensi tsunami.

Sedangkan, untuk gempa di bawah 5 SR akan diinfokan setelah dilakukan analisa MMI.

Penjelasan BMKG ini menuai banyak pujian dari netizen.

@karidhaa: "Bapak/ibu yg telah bekerja keras memberikan info kepada kami, terima kasih banyak.. Mas/mba yang suka nyinyirin, yuk lebih baik kita semangati petugasnya. Apalagi yg sampai lembur2/gak ketemu keluarga.."

@AkeArief: "Dearest Mimin @infoBMKG saya selalu berterimaksih atas info2nya, ttp semangat bekerja min, abaikan netizen yg suka julita ulala..."

@sovlfighter: "Kami sangat mengapresiasi. Terima kssih selalu memeberikan info."

(TribunStyle.com, Anggra)

Subscribe kanal YouTube dan Like fanpage Facebook TribunStyle.com berikut ini:

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
korban gempa Situbondoupdate gempa SitubondoBadan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)BMKG
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved