Breaking News:

Gempa Bumi Sulawesi Tengah

Ditemukan 2 Janazah Laki-laki dalam Reruntuhan Hotel Roa Roa, Diduga Atlet Paralayang yang Menginap

Dua jenazah laki-laki ditemukan dalam reruntuhan hotel Roa Roa yang ambruk pasca terjadinya gempa bumi di Palu. Dua jenazah disebut atlet paralayang.

Tribun-Medan.com
Kondisi Hotel Roa Roa Palu, Sulawesi Selatan, sebelum dan setelah dihantam bencana gempa bumi dan tsunami. 

TRIBUNSTYLE.COMDua jenazah laki-laki ditemukan dalam reruntuhan hotel Roa Roa yang ambruk pasca terjadinya gempa bumi di Palu. Dua jenazah disebut atlet paralayang.

Hotel Roa Roa rata luluh lantak, rata dengan tanah pasca gempa bumi yang mengguncang Sulawesi Tengah, pada Jumat, 28 September 2018.

Gempa yang berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) itu mengakibatkan banyak korban jiwa, kerusakan bangunan, dan terjadinya tsunami setinggi 1,5 meter hingga 2 meter.

Hotel Roa Roa berada di kawasan Maesa, kelurahan Lolu Timur, di Palu, Sulawesi Tengah.

Puluhan tamu yang menginap di hotel Roa Roa diperkirakan masih terjebak dalam reruntuhan bangunan hotel.

Melalui Twitternya, @Sutopo_PN, Minggu (30/9/2018), diperkirakan terdapat 50 orang di bawah reruntuhan bangunan.

Ia juga menuliskan, tim Basarnas membutuhkan alat berat untuk membantu proses evakuasi.

Cerita Arif, Korban Selamat dari Reruntuhan Hotel Roa Roa yang Luluh Lantak Akibat Gempa di Palu

"Evakuasi korban tertimbun gempa di Hotel Roa-Roa Kota Palu terus dilakukan Tim SAR Gabungan dikoordinir Basarnas. Diperkiran terdapat 50 orang di bawah reruntuhan bangunan. Alat berat diperlukan untuk evakuasi," tulisnya.

Mengutip dari Kompas.com, Senin (1/10/2018), dua jenazah laki-laki ditemukan di dalam reruntuhan bangunan hotel Roa Roa.

Dua jenazah yang ditemukan disebut sebagai atlet paralayang yang hilang.

Anggota Basarnas, Novri membenarkan hal itu.

6 Foto Bangunan di Palu Sebelum dan Sesudah Terjadi Gempa Tsunami, Hotel Roa Roa Rata dengan Tanah

Hotel Roa Roa Sebelum ambruk terkena gempa bumi.
Hotel Roa Roa Sebelum ambruk terkena gempa bumi. (instagram/roaroahotel)

Ia mengatakan ada beberapa atlet paralayang yang menginap di Hotel Roa Roa.

"Ya betul. Di Hotel Roa Roa ini ada beberapa atlet paralayang yang menginap dan banyak keluarga (mereka) yang menunggu di sini," ucapnya, seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Kedua korban ditemukan di atas tempat tidur di balik reruntuhan hotel yang ada dalam kamar nomor 307.

Mereka ditemukan tim Basarnas sekitar pukul 13.45 Wita.

Mereka diduga sedang tidur di atas kasur yang sama saat terjadinya gempa.

"Sedang tidur di atas kasur berdua, tertimpa reruntuhan. Posisinya satu kamar, ada dua orang," ungkapnya.

Jenazah yang ditemukan langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani proses identifikasi.

Seperti yang disebutkan Novri, mengenai para keluarga yang sudah menunggu di dekat hotel, langsung beranjak menuju rumah sakit untuk mengikuti proses identifikasi.

Novri mengungkapkan, petugas SAR menemukan salah satu kartu identitas yang diduga milik salah satu korban.

Hotel Roa Roa yang runtuh dihantam rangkaian gempa yang melanda Sulawesi Tengah. Puluhan tamu belum diketahui nasibnya.
Hotel Roa Roa yang runtuh dihantam rangkaian gempa yang melanda Sulawesi Tengah. Puluhan tamu belum diketahui nasibnya. (KOMPAS.com/ROSYID A AZHAR)

Kartu identitas tersebut ditemukan dari tas yang ada di dekat korban.

"Kami melaksanakan evakuasi secara perlahan. Kami menemukan dua korban. Korban pertama kami mendapatkan data ID yang ditemukan dari tas di dekat korban, tetapi kami belum dapat memastikannya, nanti DVI yang memastikannya," ucap Novri.

Sebelumnya diberitakan, terdapat 7 atlet yang diketahui menginap di hotel Roa Roa.

Mengutip dari Kompas.com, Kepala Pelatih Tim Nasional Paralayang saat Asian Games 2018, Gendon Subandono, menyebutkan ada sebanyak 30 atlet yang sedang bertanding di Palu.

Atlet tersebut mengikuti kejuaraan cross country.

5 Fakta di Balik Runtuhnya Hotel Roa Roa, Saat Gempa 76 dari 80 Kamar Hotel Terisi Tamu

Namun, dari jumlah tersebut terdapat 7 atlet yang belum diketahui keberadaannya hingga hari ini, Minggu (30/9/2018) pagi.

"Kan saya sudah mendata semua yang ada di situ, yang belum ada kabar tinggal 7 orang itu," ucap Gendon.

Ketujuh atlet itu diketahui pulang ke Hotel Roa Roa lebih cepat karena pertandingannya sudah selesai terlebih dahulu.

Hal itu diungkapkan Ketua Persatuan Gantolle dan Paralayang Indonesia (PGPI) Djoko Bisowarno kepada Kompas.com.

"Selain itu, hotel tempat menginapnya menang berbeda-beda, ada yang di Hotel Roa, ada yang di hotel lain," kata Djoko.

(TribunStyle/Listusista)

Subscribe Channel Youtube TribunStyle.com :

Like Fan Base Facebook TribunStyle :

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
Update Gempa Paluupdate korban gempa DonggalaGempa Sulawesi Tengah
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved