Idul Adha 2018
Puasa Dzulhijjah 2018 Dimulai Tanggal 13 Agustus, Ada Keutamaan yang Berbeda di Setiap Harinya
Dengan hadits berikut, cukup jelas bahwa ibadah apapun pada sepuluh hari tersebut sangat dianjurkan termasuk shalat, puasa dan lain sebagainya.
Penulis: Mohammad Rifan Aditya
Editor: Melia Istighfaroh
TRIBUNSTYLE.COM - Bulan Dzulhijjah 1439 H menjadi tanda akan datangnya Hari Raya Idul Adha 2018.
Idul Adha selalu dirayakan pada tanggal 10 Dzulhijjah.
Tapi di awal bulan Dzulhijjah ada beberapa amalan yang pahala dan keutamaannya sangat tinggi.
Misalnya puasa Dzulhijjah yang tahun ini dimulai tanggal 13 Agustus 2018.
• Jelang Idul Adha 2018 - Ini 6 Amalan di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijah yang Bisa Kamu Jalankan
Jika kalian ada yang terlewat dan belum mulai berpuasa, jangan khawatir masih ada hari berikutnya.
TribunStyle melansir dari nu.or.id (23/8/2017) sepuluh hari awal Dzulhijjah merupakan momen hari penting yang digunakan Allah untuk bersumpah dalam Surat Al-Fajr
وَالْفَجْرِ (1) وَلَيَالٍ عَشْرٍ (2
Artinya, “Demi waktu subuh (1) Dan sepuluh malam (2).”
Demikian yang dikatakan oleh Ibnu Abbas, Ibnu Zubair, Mujahid, dan sejumlah ulama salaf dan ulama kontemporer lain menaggapi bahwa sepuluh malam yang dimaksud pada ayat ini adalah sepuluh malam pertama pada bulan Dzulhijjah.
Argumentasi ini diperkuat dengan hadis yang dikutip Ibnu Katsir dari Shahih Bukhari.
عن ابن عباس مرفوعا: "ما من أيام العمل الصالح أحب إلى الله فيهن من هذه الأيام" -يعني عشر ذي الحجة -قالوا: ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: "ولا الجهاد في سبيل الله، إلا رجلا خرج بنفسه وماله، ثم لم يرجع من ذلك بشيء" (2
Artinya, “Dari Ibnu Abbas dengan kualitas hadis marfu'. Tidak ada hari-hari di mana amal sholih lebih disukai Allah pada hari itu dari pada hari-hari ini, maksudnya sepuluh hari Dzul Hijjah. Kemudian para sahabat bertanya, ‘Dan bukan pula jihad, ya Rasulallah?’ Rasul lalu menjawab, ‘Dan tidak pula jihad di jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar membawa diri dan hartanya kemudian ia pulang tak lagi membawa apa-apa,’" (HR Bukhari 969).
Dengan hadits di atas, cukup jelas bahwa ibadah apapun bentuknya pada sepuluh hari tersebut sangat dianjurkan.
Termasuk shalat, puasa dan lain sebagainya.
Hanya saja, karena puasa dilarang pada hari Idul Adha, maka puasa terhitung sebanyak sembilan hari saja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/puasa-dzulhijjah-2018_20180813_090745.jpg)