Curhatan Denada Saat Ceritakan Kondisi Ekonominya, Habis Rp 400 Juta Per Minggu
Sejak awal mengetahui Shakira Aurum menderita leukemia, Denada memutuskan anaknya menjalani pengobatan di Singapura.
Editor: Melia Istighfaroh
"Jadi saat dia ada satu jadwal kemo tapi di situ kadang-kadang di harus opname, dia harus transfusi. dia harus tiba-tiba melakukan tes ini tes itu lagi, di saat dia melakukan kemo maka pertahanan badannya turun. Pada saat itu bila dia terpapar atau terkena infeksi virus, bakteri maka dia harus ada treatment lagi, harus opname lagi," jelas Denada.
Sebab jika Shakira terinfeksi virus ketika masa kemoterapi, maka kondisi tubuhnya harus lebih diperhatikan melalui cara opname.
Denada juga menjelaskan kalau biaya yang sangat besar untuk pengobatan Shakira melawan kankernya ini tidak hanya hitungan bulan.
Setidaknya, Shakira harus melewati fase perawatan bertahap hingga bertahun-tahun.
Ini artinya, Denada membutuhkan biaya sangat besar untuk anaknya.
"Intensif kemo 3-6 bulan, setelah itu kemo terus tapi sudah lewat bomnya 1,5-3,5 tahun. Lalu setelah itu masih ada lagi masa "maintenance" selama 3-5 tahun," kata Denada.
Ia pun akhirnya jujur, besarnya biaya pengobatan Shakira sangat memengaruhi kondisi ekonomi keluarganya.
"Apakah hal ini mengganggu ekonomimu nggak?" tanya Deddy Corbuzier.
"Pasti, karena jumlah yang dibutuhkan sangat besar, untuk periode yang sangat lama dan dalam waktu yang sangat singkat,pasti keteteran mas. Tapi saya tetap bekerja, semua ikhtiar yang bisa saya bikin ya saya bikin, saya jual apartemen memang betul untuk pengobatan " imbuh Denada.
Karena itu, beberapa waktu lalu Denada menjual apartemen miliknya di Jakarta melalui Instagram.
Di sisi lain, Denada dan Jerry Aurum juga sepakat tidak menerima dan tidak ingin ada penggalangan dana untuk Shakira.
Artikel ini dipublikasikan Nakita dengan judul "Habis Rp 400 Juta Per Minggu, Denada Ceritakan Kondisi Ekonominya!"
Yuk subscribe YouTube TribunStyle.com :
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/denada-dan-buah-hatinya_20180719_072537.jpg)