Tragisnya Kecelakaan Kapal Pengangkut Pemudik yang Pecah di Tengah Laut di Sumatera Selatan
Speedboat KM Albert dikabarkan tenggelam di perairan Pulau Maspari, Kecamatan Cengal, Ogan Kemering Ilir, Sumatera Selatan, Rabu (13/6/2018).
Editor: Dimas Setiawan Hutomo
TRIBUNSTYLE.COM - Speedboat KM Albert dikabarkan tenggelam di perairan Pulau Maspari, Kecamatan Cengal, Ogan Kemering Ilir, Sumatera Selatan, Rabu (13/6/2018).
Hingga tadi malam, sebanyak 3 penumpang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan 24 penumpang yang diangkut kapal dari Sukadamai, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan itu dievakuasi ke Sungai Kong dan Sungai Pasir, OKI.
Kasat Pol Air Polres Bangka Selatan, AKP Junaidi mengatakan KM Albert bertolak dari dermaga Sukadamai, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, pada Rabu (13/6/2018) sekitar pukul 07.00 WIB.
Berselang dua jam, kapal yang dinahkodai Apis itu dihantam ombak di perairan Pulau Maspari.
“Kapal mengalami pecah badan bagian depan. Sementara dilaporkan dua penumpang meninggal dunia, 24 penumpang beserta ABK dan nahkoda berhasil diselamatkan nelayan dan dievakuasi ke Sungai Kong dan Sungai pasir,” kata Junaidi, Rabu (13/6) siang.
Kapal bermesin 400 PK itu diduga kelebihan muatan. Hal ini berdasarkan informasi Sumiati, seorang keluarga penumpang yang tenggelam, Rabu (13/6/2018).
Dihubungi Tribun Sumsel (Grup Bangka Pos), Sumiati menyebut ada keluarganya yang menjadi penumpang KM Albert. Mereka antara lain Novianti, Rindiani, dan Betty Anggraini.
"Novianti itu ibunya, Rindiani anaknya yang paling tua dan Betty Anggraini anaknya paling bungsu. Anak kedua dan suaminya tidak ikut. Yang meninggal ini si Betty, karena terlepas dari pelukan ibunya," ujar Sumiati.
Saat akan berangkat, Novianti sempat meneleponnya bila akan berangkat. Namun sebelum berangkat, seorang speedboat yakni Apis sempat menurunkan sekitar 11 penumpang di dermaga keberangkatan lantaran sudah penuh.
Barulah speedboat berangkat dari dermaga speedboot Toboali menuju ke Sungai Lumpur OKI dengan jumlah penumpang sekitar 45 orang.
Saat speedboat tiba di laut Pulau Maspari Kecamatan Cengal atau Sungai Lumpur OKI, speedboat terbalik dan tenggelam lantaran dihantam ombak.
"Kata Novianti, di dalam speed itu penuh sekali. Saat jalan, ada ombak besar sehingga membuat speed terbalik. Makanya saat terbalik ia berupaya menyelamatkan anaknya Betty Anggraini (6) dan Rindiani. Tetapi, malah Betty yang terlepas dari pelukannya dan ditemukan sudah meninggal," ungkapnya.
Saat speedboat terbalik dan tenggelam, nelayan yang ada di lokasi tepatnya di Sungai Kong berupaya menyelamatkan para penumpang yang sempat keluar dari dalam speedboat. Lima orang saat kecelakaan terjadi, berhasil diselamatkan.
Sumiati yang mendapat kabar dari nelayan Sungai Kong bila speedboat yang ditumpangi keluarganya kecelakaan, langsung mendatangi lokasi. Ia sempat pesimis, bila tiga orang keluarganya tidak dapat selamat. Sambil berdoa, ia berharap tiga orang keluarganya bisa ditemukan.
"Setelah mencari, Novianti dan Rindiani ditemukan selamat. Dicari lagi, Betty ketemu tetapi ditemukan meninggal. Makanya langsung kami bawa ke rumah kami," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/ilustrasi_20180614_170338.jpg)