10 Kata-kata Soekarno yang Mendunia dan Membakar Semangat Para Pemuda Indonesia!
Hingga wafatnya pada 21 Juni 1970, Soekarno pun meninggalkan begitu banyak kenangan berharga untuk bangsa Indonesia.
Penulis: Delta Lidina Putri
Editor: Delta Lidina Putri
TRIBUNSTYLE.COM - Hari ini, Rabu (6/6/2018) adalah hari lahir presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno.
Sosok ini begitu fenomenal bagi rakyat Indonesia juga dunia ini kala itu.
Andai saja Soekarno masih hidup, kini dirinya telah berusia 117 tahun.
Soekarno yang lahir di tahun 1901, semasa hidupnya dikenal begitu mengabdi membela Tanah Air yang saat itu diduduki oleh Belanda dan kemudian Jepang.
Keluar-masuk banyak penjara selama hidup karena keberaniannya menentang pemerintah kolonial, tak membuat ayah Megawati ini patah semangat.
• Kehilangan Menantu Kesayangan, Ini yang Dilakukan Ratu Elizabeth II Pada Pemakaman Putri Diana!
Ia lantas menjadi tokoh yang berperan penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia tahun 1945.
Hingga wafatnya pada 21 Juni 1970, Soekarno pun meninggalkan begitu banyak kenangan berharga untuk bangsa Indonesia.
Di antaranya adalah kata-kata Soekarno yang selalu didengungkan dan sudah tersebar luas.
1. "Kemerdekaan barulah Kemerdekaan sejati, jikalau dengan kemerdekaan itu Kita menemukan kepribadian kita sendiri."
2. "Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia."
Hal ini menyiratkan makna jika para pemuda adalah manusia yang enerjik, aktif dan memiliki semangat serta daya juang yang luar biasa.
3. "Barangsiapa ingin mutiara, harus berani terjun di lautan yang dalam."
4. "Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup dimasa pancaroba. Jadi tetaplah bersemangat elang rajawali."
Kata-kata ini diucapkan Sang Putra Fajar dalam pidatonya pada HUT Proklamasi tahun 1949.
5. "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/soekarno_20161110_200347.jpg)