Susah Mengingat Kenangan Sebelum Usia 3 Tahun? Begini Penjelasannya
Ada beberapa teori yang menjelaskan mengapa amnesia masa kecil terjadi.
Editor: Amirul Muttaqin
TRIBUNSTYLE.COM - Seberapa jauh Anda bisa mengingat masa kecil?
Kemungkinan besar, Anda hanya bisa mengingat saat Anda berusia empat tahun.
Ini wajar saja, dan para peneliti menyebutnya sebagai amnesia masa kecil.
Walaupun istilah ini merujuk pada ketidakmampuan untuk mengingat kejadian yang dialami hingga usia 3,5 tahun, beberapa orang bahkan tidak bisa mengingat apa yang terjadi pada mereka hingga usia enam tahun.
Ada beberapa teori yang menjelaskan mengapa amnesia masa kecil terjadi.
Bahasa, misalnya. Menurut studi yang dipublikasikan pada 2004 oleh Robyn Fivush dan Katherine Nelson dalam jurnal Psychological Science, bahasa merupakan struktur dari memori kita.
Tanpa bahasa, kita kesulitan untuk membentuk sebuah pengalaman menjadi format naratif yang bisa diingat
• Kecantikan Wajah Putri Diana Tak Diragukan, Ternyata Begini Paras Orang Tuanya yang Menurun Padanya!
Namun, teori ini kemudian dipatahkan oleh fakta penting bahwa anak-anak yang terlahir tuna rungu dan berkomunikasi dengan bahasa isyarat masih tetap mengalami amnesia masa kecil hingga usia yang sama dengan anak-anak yang bisa mendengar.
Hewan pun ikut mengalami amnesia masa kecil walaupun tidak bisa berbicara.
Teori lainnya mengatakan bahwa emosi memiliki peran penting dalam pembentukan memori.
Pakar perkembangan memori dari Emory University, Patricia Bauer, dan kolega dari University of Minnesota menduga bahwa memori kita saat masih kecil mungkin memiliki lebih sedikit emosi karena batita tidak bisa meletakkan makna dari memori mereka dalam konteksnya.
Sementara itu, memori masa kecil yang teringat hingga dewasa biasanya sangatlah emosional.
Namun, teori yang paling kuat saat ini menyebutkan bahwa kita tidak benar-benar melupakan memori masa kecil, tetapi pertumbuhan membuat mereka berubah sehingga tidak bisa diakses kembali.
• Foto-foto & Video Via Vallen Dangdutan Bareng Marko Simic
Hal ini dibuktikan dalam eksperimen terhadap tikus yang dilakukan oleh Paul Frankland, seorang pakar neurosains dari Hospital for Sick Children di Toronto, Kanada, bersama istrinya yang juga seorang pakar neurosains, Sheena Josselyn.
Frankland dan Josselyn memindahkan tikus-tikus percobaan mereka dari kandang seukuran kotak sepatu ke kandang dari besi yang lebih besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/ibu-dan-anak_20180605_193110.jpg)