Teror Bom

Najwa Shihab Terkejut, Kapolri: Begitu Kami Tangkap Hidup-hidup, Mereka Menangis di Kendaraan

Rangkaian teror yang terjadi di Tanah Air beberapa waktu belakangan ini tentu saja menjadi perhatian banyak pihak.

Najwa Shihab Terkejut, Kapolri: Begitu Kami Tangkap Hidup-hidup, Mereka Menangis di Kendaraan
TribunStyle/Kolase

Tito memastikan serangan ini tidak ada kaitannya dengan masalah keagamaan, namun pemikiran-pemikiran yang menyalahgunakan ajaran.

Lebih lanjut, dalam acara Mata Najwa, Tito juga menjelaskan mengenai motif para teroris tersebut.

Menurut Tito, kelompok-kelompok teroris mempunyai pemikiran sendiri mengenai cara cepat masuk surga.

"Mereka hanya berpikir didoktrin sedemikian rupa bahwa jalan tol expres way menuju surga adalah dengan operasi amaliyah (jihad melawan musuh)", ujar Tito.

Ada dua cara untuk mewujudkan operasi amaliyah itu. Pertama, dengan cara terbunuh.

"Yang pertama yakni jika mereka terbunuh, maka mereka langsung masuk ke Surga," ujar Tito.

Kapolri menjelaskan, para terduga teroris bisa saja menaruh bom di tempat ramai lalu mereka pergi menyelamatkan diri.

Namun, hal itu tidak sesuai dengan doktrin yang diberikan terkait terbunuh adalah jalan cepat masuk surga.

Tito mencontohkan, dalam insiden teror bom bunuh diri di Surabaya, para pelaku membawa Kartu Keluarga (KK) dan KTP.

Bak Pinang Dibelah Dua, Soimah dan Syahrini Lakukan Foto Bareng, Tapi Mak e Lebih Cantik!

"(Bom) dipakai di badan bahkan diikat di tubuh anak kecil. Membawa Kartu Keluarga dan KTP mereka. Ini berarti mereka memang mencari mati karena mereka yakin bahwa mereka itu akan masuk surga", ujarnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Melia Istighfaroh
Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved