Imbauan MUI Usai Tragedi Penyerangan di Mapolda Riau, Jangan Sampai Diremehkan!
Dalam aksi tersebut, awalnya ada pengendara mobil Toyota Avanza warna putih BM 1192 RQ yang tiba-tiba menerobos masuk ke dalam Mapolda Riau.
Penulis: Burhanudin Ghafar Rahman
Editor: Burhanudin Ghafar Rahman
TRIBUNSTYLE.COM - Beberapa waktu yang lalu, terjadi serangan kembali yang dilakukan terduga teroris di Mapolda Riau.
Dalam aksi tersebut, awalnya ada pengendara mobil Toyota Avanza warna putih BM 1192 RQ yang tiba-tiba menerobos masuk ke dalam Mapolda Riau dari Jalan Sudirman.
Sempat dicegah petugas, namun si pengendara tetap memaksa masuk dan menabrak beberapa orang yang ada di dalam Mapolda Riau.
Salah seorang terduga teroris lalu turun dan membacok personel polisi di lokasi.
Hingga akhirnya sebanyak tiga orang berhasil dilumpuhkan.
Dua orang berhasil dilumpuhkan di dekat pos pemeriksaan Mapolda Riau.
Sedangkan satu orang berhasil ditekuk di parkiran Mapolda Riau.
• Bayu Skak Angkat Suara Terkait Bom Surabaya: Kejadian Laknat yang Memecah Belah
Atas kondisi yang mencekam tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau mengimbau agar masyarakat terus waspada, dan mengikuti arahan dari pihak keamanan sementara waktu ini, terkait aksi terorisme yang terjadi.
Dilansir TribunStyle.com dari TribunPekanbaru.com, Ketua MUI Riau, Profesor DR HM Nazir Karim MA mengatakan, dalam bulan Ramadhan ini akan banyak titik kumpul dan keramaian masyarakat, baik saat menjalankan ibadah taraweh ataupun saat persiapan menjelang berbuka, ngabuburit dan tempat pasar Ramadhan.
Karena itu, Nazir Karim mengimbau agar tempat-tempat keramaian tersebut dihindari sementara waktu, jika memang ada arahan demikian dari pihak keamanan nantinya.
"Ini rill sudah masuk ke Riau saat ini. Teroris tersebut memang menyasar kantor kepolisian, tapi tidak tertutup kemungkinan juga ke tempat-tempat lain, yang mungkin tidak bisa ditebak," kata Nazir Karim kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (16/5/2018).
• Lagu Gogon Ini Ternyata Bisa Sindir Kehidupan Anak Muda Jaman Now, Dengerin Deh!
Ia juga mengimbau agar masyarakat berhati-hati dalam memilih dan memilah berita yang akan dishare, agar tidak membuat masyarakat takut.
"Hati-hati jangan sampai membagikan berita hoax, yang bisa memicu ketakutan masyarakat. Walau waspada, tapi masyarakat tetap tenang dan jangan ketakutan, ini harus kita lawan bersama," ujarnya.
Namun disamping itu, Nazir Karim menyayangkan karena Badan Intelijen Negara (BIN) menurutnya seperti tidak bergerak, seharusnya hal ini sudah diantisipasi dari awal.
"Melalui ini saya juga ingin menyampaikan sebuah kritikan, yang mudah-mudahan menjadi sebuah kritik yang membangun, dimana BIN kita seperti tidak berjalan. Sudah terjadi baru disikapi. Padahal mereka ada dimana-mana. Saya sangat menyesalkan hal itu. Walau polisi menjadi sasaran, tapi kalau tak juga bergerak dengan aparat lain saya yakin kejahatan nasih merajalela," tutupnya.