Breaking News:

Dikira Pelampung, Nelayan Indonesia Temukan Muntahan Paus Bernilai Miliaran!

Muntahan paus dapat menghasilkan wangi khas yang menyenangkan untuk manusia.

Editor: Diah Ana Pratiwi
Pos Kupang/Maria Enotoda
Marsel Lopung (paling kiri), nelayan Sulamu yang menemukan muntahan ikan paus 

TRIBUNSTYLE.COM - Baru-baru ini seorang seorang nelayan di Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menemukan benda yang diduga muntahan ikan Paus (Ambergis).

Temuan ini langsung menghebohkan mengingat harga muntahan paus itu bisa mencapai Rp 3 miliar.

Awalnya, Marsel Lopung, nelayan yang menemukan benda itu tidak mengira temuannya bernilai tinggi.

Setelah disimpan di rumahnya, keberadaan benda yang diduga muntahan paus tersebut mendapat perhatian warga Sulamu yang semakin hari semakin ramai datang ke rumah Marsel untuk sekedar melihat bentuk muntahan paus dan bagaimana warnanya.

Temukan Muntahan Paus, Nelayan Ini Tak Menyangka Akan Jadi Milyuner Mendadak!

Tak lupa juga ada yang terus memotret benda tersebut yang disimpan Marsel di dalam wadah.

Hal tersebut akhirnya diketahui oleh sahabatnya yang berada di Makassar dan menyarankan Marsel untul dibawa ke Bali dan dicek apakah benar itu muntahan paus atau tidak.

Marsel berharap apabila benda tersebut betul-betul muntahan paus yang bernilai tinggi dan penemuannya tersebut tidak melanggar Undang-undang.

Ia akan menjualnya untuk mengubah nasib keluarganya.

Lalu, mengapa muntahan paus bisa sangat mahal?

Mengutip dari Grid.id, meski disebut muntahan, namun benda ini tidak keluar dari mulut paus. 
Benda ini keluar dari saluran pembuangan kotoran paus kepala kotak (Physeter macrocephalus). Bentuk dan teksturnya seperti bongkahan lilin.

Walaupun keluar dari saluran pembuangan, muntahan ini berbeda dari feses atau kotorannya.

Saat baru dikeluarkan, muntahan paus berbau busuk dan berwarna kehitaman. Namun, lama-lama bau busuk itu hilang dan berubah menjadi harum.

Tidak semua paus kepala kotak mengeluarkan muntahan atau ambergris ini. Dari jumlah paus kepala kotak yang ada, hanya 1 persen paus yang mengeluarkannya.

Muntahan paus jarang ditemukan. Biasanya, muntahan paus akan tenggelam di laut. Namun, ada sebagian yang mengapung dan terdampar di tepi pantai.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Tags:
BengkuluTribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved