Tenang dan Tak Perlu Panik, Ini yang Harus Dilakukan Saat Tahu Kondisi Janin Sungsang!
Posisi bayi melintang dapat meningkatkan risiko cedera rahim atau jalan lahir pada mama jika terlambat dideteksi.
Editor: Delta Lidina Putri
TRIBUNSTYLE.COM - Posisi janin yang melintang atau sungsang memang membuat kita khawatir.
Namun, kita tak perlu kelewat cemas karena kita masih tetap bisa melahirkan meski terkadang kita memerlukan operasi sesar.
Kejadian malpresentasi bayi melintang, menurut Dr. Arief Gazali, Sp.OG, obgyn dari Rumah Sakit Metropolitan Medical Center, Kuningan, Jakarta, sangat kecil yakni sekitar 1:500 kelahiran.
• Anti Mainstream, Terungkap Panggilan Mesra Putri Marino untuk Chicco Jerikho, Bikin Baper!
Namun kasusnya harus tetap diawasi ketat terutama pada trimester ketiga kehamilan.
Pasalnya, posisi bayi melintang dapat meningkatkan risiko cedera rahim atau jalan lahir pada mama jika terlambat dideteksi.
Bila janin sudah berkembang sempurna (masuk minggu ke-37) dan dalam posisi melintang, maka persalinan akan sulit dilakukan secara spontan/normal.
Yang akan menjadi pertimbangan utama pada letak lintang adalah jika “kantong” ketuban pecah, tali pusat dapat “masuk” ke dalam jalan lahir.
Hal ini dapat membahayakan janin karena tali pusat dapat ’terjepit’ sehingga dapat mengurangi aliran darah dan oksigen pada bayi.
Bila kondisi ini terjadi, sesar merupakan pilihan persalinan.
Agar tenang walaupun posisi janin sungsang atau melintang, inilah beberapa hal yang bisa kita lakukan.
1. Percaya dan turuti nasihat dokter.
Jika dokter meminta untuk sering-sering bersujud dan mengepel lantai dengan posisi nungging, lakukanlah tanpa enggan.
Tanyakan juga persalinan bagaimana yang sebaiknya dilakukan, apakah memungkinkan untuk normal atau tidak, tanyakan dengan jelas positif dan negatifnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/hamil_20180123_151138.jpg)