Gempa Banten
Beredar Video Truk Terguncang Hebat di Pelabuhan Merak, Bukan Akibat Gempa Banten
Sebuah video truk mengalami guncangan hebat akibat gempa Banten menyebar di Twitter, Selasa (23/1/2018), ternyata hoaks.
Penulis: Suut Amdani
Editor: Suut Amdani
TRIBUNSTYLE.COM - Sebuah video truk mengalami guncangan hebat menyebar di Twitter, Selasa (23/1/2018).
Sejumlah netizen membagikan video itu dengan menyebut akibat gempa bumi.
Pemilik akun @LuckySenses menyebut, "Gempa Hari Ini Di Pelabuhan Merak Banten: //youtu.be/xj82UgI_l3A?a melalui @YouTube."
Kicauan itu pun mendapatkan respon dari netizen lainnya.
@ArdiaMade: Kabare pelabuhan merak apa ya?
@leeminhonoona: ini di pelabuhan merak dekat sma pusat gempa makanya kenceng bnget
Sementara itu, akun resmi twitter ASDP Indonesia Ferry @asdp191 menyatakan bukan karena gempa.
ASDP Indonesia Ferry @asdp19: INFO PERS
Sehubungan dengan beredarnya video sejumlah truk mengalami guncangan di atas kapal ferry, kami menyampaikan bahwa hal tersebut tidak ada kaitannya dengan Gempa yg terjadi Hari ini.
Operasional Pelabuhan Merak dan Bakauheni saat ini masih normal.
ASDP Indonesia Ferry juga menyatakan video viral itu tidak berkaitan dengan gempa.
ASDP Indonesia Ferry @asdp191: video ini tidak ada kaitan dengan gempa yang terjadi hari Ini, kondisi penyeberangan Merak - Bakauheni masih... https://fb.me/FzEcqzsY
Seperti diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan kekuatan gempabumi di wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa diguncang gempabumi tektonik, Selasa (23/1/2018) pukul 13:34:53 WIB.
Berdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi berkekuatan 6,1 SR terjadi dengan koordinat episenter pada 7,23 LS dan 105,9 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 43 km arah selatan Kota Muarabinuangeun, Kabupaten Cilangkahan, Propinsi Banten pada kedalaman 61 km.
Demikian dikutip Tribunnews.com dari keterangan tertulis Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Moch. Riyadi, Selasa (23/1/2018).
Gempa bumi bermagnitudo 6,1 yang berpusat di Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (23/1/2018), menyebabkan ratusan rumah rusak di kawasan tersebut.
Kepala BPBD Lebak, Banten, Kaprawi mengatakan, ada 105 rumah rusak di 7 kecamatan di Kabupaten Lebak setelah gempa mengguncang.
"Petugas kami terus mendata di lapangan, kami dibantu tokoh masyarakat, TNI/Polri, dan warga," ucap Kaprawi dalam wawancara dengan KompasTV, Selasa.
Data terbaru Kompas TV menunjukkan, kerusakan rumah paling banyak terjadi di Kecamatan Panggarangan, yaitu 85 rumah. Kerusakan umumnya terjadi di bagian atap.
Sebelumnya, data sementara yang diperoleh dari BPBD Lebak, setidaknya sudah 45 rumah rusak, yaitu masing-masing 3 rumah di Kecamatan Bayah, 1 rumah di Kecamatan Wanasalam, 32 rumah di Kecamatan Panggarangan, 6 rumah di Kecamatan Cilograng, 1 rumah di Kecamatan Lebak Gedong, dan 2 rumah di Kecamatan Sobang.
Untuk sementara pula, belum ada laporan korban jiwa. BPBD Lebak masih terus mendata kerusakan dan korban setelah guncangan gempa ini.