Breaking News:

Natal 2017

Kenapa Perayaan Natal Erat Kaitannya Dengan Pohon Cemara yang Dihias? Ini Alasannya

Salah satunya adalah dengan memajang pohon natal, baik di rumah, pusat perbelanjaan, atau di gereja.

Editor: Diah Ana Pratiwi
Pinterest
Pohon Natal 

TRIBUNSTYLE.COM - Ada beragam cara untuk membuat perayaan Natal semakin semarak.

Salah satunya adalah dengan memajang pohon natal, baik di rumah, pusat perbelanjaan, atau di gereja.

Namun, pernahkah Anda bertanya dari mana sebenarnya asal-usul pohon ini?

Tradisi pohon natal rupanya tidak terlepas dari perayaan musim dingin yang sudah ada ratusan tahun di masyarakarat Eropa.

7 Cara Melindungi Pohon Natal dari Anjing dan Kucing, Gak Bakal Diacak-acak Hewan Peliharaan

Seperti dilansir BBC, pohon kerap digunakan sebagai media penghormatan bagi dewa atau roh yang mereka percayai dalam festival pagan.

Asal usul pohon natal sendiri dilingkupi sejumlah legenda, misalnya cerita tentang seorang biarawan bernama St Bonifasius yang berhasil mengkristenkan orang-orang penyembah pohon oak di Jerman.

Orang-orang itu takjub melihat kemunculan pohon cemara kecil setelah pohon oak ditebang oleh Bonifasius.

Dia lantas mengatakan bahwa pohon cemara merupakan pohon kehidupan dan mewakili kehidupan Kristus.

Dalam legenda lain, diceritakan bahwa tradisi pohon natal dan hiasannya berawal dari Martin Luther, seorang reformis Protestan.

Saat berjalan pada suatu malam, Luther terkesan melihat kelap-kelip bintang dari sela-sela pepohonan.

Dia lantas terinspirasi ingin menghadirkan sinar-sinar itu dengan memasangkan lilin di sebatang pohon yang ada di rumahnya.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa masyarakat Eropa sudah kerap memajang pohon di rumah mereka dan menghiasinya dengan kertas berwarna, mainan kecil, makanan, dan terkadang lilin sejak abad ke-16.

Meskipun pohon natal dan dekorasinya berkembang pesat pada abad ke-19.

Pohon Natal berjalan.
Pohon Natal. (INSTAGRAM)

Para sejarawan menilai bahwa tokoh mempopulerkan tradisi ini adalah keluarga kerajaan Inggris pada 1846.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Tags:
The TelegraphBBCJerman
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved