Masih Balita, tapi Rambutnya Sudah Rontok Gegara Stres, Alasannya Bikin Kasihan, Jangan Ditiru!
Stereotipe orang tua keturunan Tionghoa memang selalu menginginkan pendidikan dan masa depan terbaik bagi anak-anak mereka.
Penulis: Dimas Setiawan Hutomo
Editor: Dimas Setiawan Hutomo
TRIBUNSTYLE.COM - Kasihan balita ini, karena stres yang mengakibatkan rambutnya rontok.
Stereotipe orang tua keturunan Tionghoa memang selalu menginginkan pendidikan dan masa depan terbaik bagi anak-anak mereka.
Tetapi terkadang, tekanan untuk bisa sukses tersebut memiliki konsekuensi yang kurang menyenangkan.
Hal itu pun terjadi kepada bayi berusia dua setengah tahn bernama Tong Tong.
Melansir dari Asian Crush, Tong Tong menalami kerontokan rambut yang parah.
Ibunya yang khawatir lalu mengajaknya ke dokter kulit, yang mendiagnosanya mengalami alopecia areata yang juga diketahui sebagai kebotakan.
Keadaan ini biasanya terjadi karena stres atau oto imun.
Dan biasanya yang terserang pun mulai dari remaja yang stres hingga orang dewasa, sangat jarang keadaan ini terjadi kepada anak dan balita.
Dokter pun mengaku kaget saat mendiagnosa Tong Tong merupakan pasien termuda yang pernahia temui yang mengalami keadaan ini.
Tapi, kok bisa kejadian ini terjadi kepada balita yang masih kecil seperti itu?
Ternyata, ibu Tong Tong baru-baru ini mendaftarkan anaknya bukan hanya satu atau dua kelas persiapan TK, tetapi lima kelas.
Ibu Tong Tong menginginkannya untuk bisa menjadi terbaik saat ujian masuk TK, jadi ia mendaftarkan Tong Tong di kelas Bahasa Inggris, matematika, piano, seni dan kelas pembawa acara.
Padahal, kita tahu sendiri usia Tong Tong masih dua tahun.
Biasanya memang, Tong Tong akan menangis ketika ia ditarik untuk menghadiri kelas tersebut.
Tetapi ibunya tetap memaksakan kehendaknya saat ia menolaknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/tong-tong_20171118_154312.jpg)