Miris Abis! Begini Reaksi Para PKL Tanah Abang Saat Ladeni Protes Koalisi Pejalan Kaki
Bukannya sadar diri, pertemuan antara PKL dan Pejalan kaki yang memprotes keberadaan pedagang liar ini malah berujung miris.
Penulis: Bobby Wiratama
Editor: Bobby Wiratama
TRIBUNSTYLE.COM - Dalam menjalankan masa jabatannya, sosok pasangan Anies-Sandi kerap jadi sorotan media.
Salah satu aksi mereka berdua sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta yang baru bahkan sempat jadi viral di media sosial.
Bagaimana tidak?
Dianggap sebagai pasangan muda yang dikenal cukup gaul Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pun tak sungkan untuk cicipi langsung masalah yang menimpa Jakarta.
Ya, bermodalkan motor matic, Anies dan Sandi ikut merasakan macetnya Jakarta guna mencari tahu akar masalahnya.
• Alamak! Gara-gara Dapat Pidato, Anies Buat Para Tamu Undangan Acara Berikut Walk Out! Ini Alasannya!
Hal ini bisa dilihat dari unggahan yang dibagikan oleh netizen di media sosial Twitter.
Dalam foto tersebut, tampak terlihat Anies Baswedan begitu serius menatap kemacetan yang ada didepannya sedangkan Sandiaga Uno terlihat tersenyum sambil menoleh ke kiri jalan.
Nah, dalam foto tersebut, terlihat betul Anies dan Sandiaga mulai tahu betul apa yang menjadi momok utama dari Jakarta.
Macet!
Ya, dengan adanya kemacetan yang melanda banyak ruas jalanan Ibukota, banyak ahli bahkan yang mengatakan tiap harinya masyarakat Jakarta merugi hingga angka milyaran.
Salah satu sumber kemacetan di Jakarta ini adalah adanya pasar kaget yang ada di beberapa ruas jalan ibukota.
Masalah pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan hingga ke ruas jalan ini kembali melanda kawasan Tanah Abang.
Sempat ditertibkan di era Ahok, kini para PKL kembali merangsek di ruas jalan Tanah Abang hingga di hari ke-10 masa Jabatan Anies-Sandi sekarang.
Melansir dari Antara, Keadaan pun diperparah dengan banyaknya lalu lalang penyeberang jalan dari Stasiun Tanah Abang menuju pasar.
"Kemacetan yang terjadi di sepanjang jalan Pasar Tanah Abang ini bukan karena pedagang atau kendaraan yang parkir, karena yang menjadi permasalahan atau hambatan adalah penyeberang jalan dari stasiun menuju pasar," kata seorang anggota Dinas Perhubungan (Dishub) yang bertugas di Kecamatan Tanah Abang.
Ketika berada di Pasar Tanah Abang, Kamis pagi( 26/10/2017) terlihat jalan sepanjang pasar mengalami kemacetan cukup parah.
Hal ini sendiri disebabkan pejalan kaki yang menyeberang jalan sembarangan dan tidak mengikuti instruksi dari pihak Dishub.
Kebanyakan pejalan kaki ini banyak yang melanggar karena mereka ingin menuju ke lapak dagangan PKL itu dengan cara yang lebih singkat dan mudah.
Karena kerap menciptakan kondisi lalu lintas yang semrawut, banyak pihak yang setuju untuk menertibkan pasar di Tanah Abang ini.
Namun, ada pula yang justru mendukung banyaknya pedagang di sepanjang area Tanah Abang ini.
Sosok yang pro tentu saja datang dari sang pedagang kaki lima (PKL) itu sendiri.
Mirisnya, mereka seakan tak sadar kalau mereka sendiri lah sumber dari kemacetan yang ada.
• Viral Karena Ditipu Harga Nasgor Mahal, Sang Korban Malah Mau Dipolisikan! Premanisme PKL Malioboro?
Logikanya, karena mereka berjualan di ruas jalan pejalan kaki atau trotoar, maka hak para pejalan pun direnggut.
Alhasil para pejalan menggunakan sebagian ruas jalan untuk berlalu lalang di area tanah abang.
Nah, dengan kejadian tersebut, otomatis badan jalan yang ada untuk kendaraan pun menyempit dan diperparah lagi dengan banyaknya pembeli yang berlalu lalang menyebrang di area Tanah Abang.
Pemahaman inilah yang tampaknya tidak disadari oleh salah seorang pedagang yang diwawancarai sebuah stasiun televisi swasta di Indonesia.
Di awal wawancara, sang PKL sadar kalau dirinya juga sebenarnya melanggar aturan yang ada, namun ditanya soal kemacetan ia justru menyalahkan para pembeli dan pejalan kaki yang ada.
Berikut adalah wawancaranya yang sempat diviralkan akun dramaojol.id di Instagram
Nah, Kesal karena perbuatan semena-mena PKL yang mengakuisisi trotoar, organisasi Koalisi Pejalan Kaki ikut turun ke jalan memprotes tingkah para pedagang di Tanah Abang.
Bukannya sadar diri, pertemuan antara PKL dan Pejalan kaki yang memprotes keberadaan pedagang liar ini malah berujung miris.
Berikut videonya yang diambil dari Facebook:
Waduh, malah makin ngelunjak ya kayaknya para PKL ini kalau dinasihati!
Netizen pun ramai ikut berikan komentar soal peristiwa epic ini!
Josephira Una 'Haha,, knp para pedagang ga mau kalah sama pejalan kaki.. Karena dia juga d palak sama preman bilang nya buat kebersihan,, tp yg ada makin kumuh, makin sumbrawutt,,, wkwkw,,, apalagi gubernur nya bilang pejalan kaki yg menyebabkan kemaceta,,,,, ga liat ya di tokyo Jantung kota ny jepang banyak org yg jalan kaki disana tp ga mecet2.."
Rivain Sanusi 'Hellooooooo ........sahabat koalisi pejalan kaki,gak nyambung kan bicara dg PKL tnabang.
Lihat wajah,mimik dan ucapan mrk. Paham donk.
Petugas aja diajak tempur oleh mrk,apa lagi orang awam. Mhn maaf deh kalo yg waras harus maklum,ketepa virus kitanya yg berabe'
Shd Wdyt 'Sepertinya cara ini itu sudah ga mempan buat ngatur orang yg karena alasan cari makan seperti PKL ini. Coba edukasi warga juga sbg konsumen jangan beli kebutuhan apapun dari PKL. Jualan ga ada yg beli lama2 bosen juga di situ. Sygnya ini dilema juga bagi warga yg mengutamakan harga.'
Turyana Ramlan '“Never argue with stupid people, they will drag you down to their level and then beat you with experience.”― Mark Twain'
Budi Setiawan 'Kan gabener sdh bilang : penyebab kemacetan adalh pejalan kaki. Jd kalo bs yg jln kaki jgn keluar rmh jd engga ada yg jln kaki di luar sana.'
Lee Gunawan 'PKL tanpa pejalan kaki.. yang beli dagangan mereka sapa coba klo nyalahin pejalan kaki'
Lendra Fals 'Akibat kontrak politik dgn haji lulung penguasa tanah abang..Semoga pak anies tidak terbelenggu dgn kontrak2 politik'
Mathias Martin 'inti nya pemimpin jkt yg salah. udah titik. pemimpin yg dulu ga akan ikhlasin manusia2 jahanam kaya gini bertaburan di tanah abang kaya skrg.'
Jeffry Huang 'Tanah abang macet itu berdasarkan riset penyebabnya pejalan kaki!!! Dasar pejalan kaki kurang ajar ga tau aturan ga tau diri. Mestinya kalo lewat tanah abang jalannya pake tangan. Itu. Pikirrrr'
Adhi Pradono Hadinoto 'Rumus ngeles standard : kita juga butuh makan... Yg ga bisa jalan kaki d trotoar juga lagi cari makan juga wuoy, jalan k tempat kerja...'
Rahim Lesmana 'Halah gue paling nggak sabaran orang nya kalo liat ginian, Kalo disana udah ketonjok itu muka yang nyolot banget. Dibikin tertib susah,'
Hansen Liunio 'Susah lah ngomong sama orang bodoh, udah di kasih tau masih aja pake alesan bla".. Fak trotoar buat pejalan kaki dan pesepeda, bukan buat PKL,mobil dan motor'
(TribunStyle.com/ Bobby Wiratama)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/pertikaian-pkl-tanah-abang-dan-para-pejalan-kaki_20171113_134614.jpg)