Selesaikan Pesanan Kain Jumputan dari Kahiyang Ayu Perajin Kain Ini Harus Lembur
Perajin kain jumputan yang kainnya dipesan untuk prosesi siraman dan pengajian putri presiden, Kahiyang Ayu harus kerja lembur tuk selesaikan pesanan
Editor: Dimas Setiawan Hutomo
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro
TRIBUNSTYLE.COM, SOLO - Perajin kain jumputan yang kainnya dipesan untuk prosesi siraman dan pengajian putri presiden, Kahiyang Ayu harus kerja lembur untuk menyelesaikan pesanan.
Pengerjaan kain jumputan mengharuskan ketelitian dan kerapihan dalam menjumput atau mengikat kain dengan tali sebelum diwarnai.
“Semua kan dikerjakan dengan tangan, mengikat kain dengan tali ini juga makan waktu lumayan banyak,” kata pemilik Pradana Jumput, Hardiyanto Setiyadi, Sabtu (4/11/2017).
Ia menjelaskan, secara singkat kain putih yang sudah dijahit tepinya dan dipilin ujungnya, diikat dengan tali yang membentuk motif tertentu.
Kemudian kain akan diwarnai dengan pewarna kain, setelahnya, tali yang mengikat kain akan dilepas dan menghasilkan warna putih yang tidak tersentuh pewarna karena terhalang tali.
Pada bagian-bagian tertentu motif yang terbentuk dari ikatan tali tersebut kembali diberi warna menggunakan kuas.
“Di proses tadi ada penjemuran yang sangat mempengaruhi hasil akhir, kalau matahari sedang terik, biasanya warnanya jadi lebih cerah dan sebaliknya,” katanya.
“Cuaca dan kecepatan menjumput atau mengikat kain ini jadi tantangan kami menyelesaikan pesanan dari keluarga pak presiden,” imbuh Hardiyanto.
Ia dan beberapa pekerja harus rela waktu istirahatnya berkurang atau kerja lembur untuk menyelesaikan kain jumputan pesanan tersebut.
“Total ada sekitar 200 potong selendang dan angkin, tapi kan pesannya bertahap tidak sekaligus,” katanya.
Saat ini, ia tengah menyelesaikan 20an kain pesanan keluarga Jokowi yang harus sudah jadi pada Senin (6/11/2017)pagi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/seorang-pekerja_20171105_143841.jpg)