Seram! Langit London Berubah Menjadi Kuning, Netizen Sebut Kiamat Sudah Dekat, Ternyata. . .
Warganet ramai-ramai mengunggah foto penampakan langit di kota London, Inggris.
Penulis: Tisa Ajeng Misudanar Azryatiti
Editor: Diah Ana Pratiwi
TRIBUNSTYLE.COM - Tak seperti biasanya, langit di kota London, Inggris tampak menguning, netizen sebut kiamat sudah dekat.
Kebakaran hebat melanda beberapa wilayah di Spanyol dan Portugal.
Tentunya kebakaran hebat tersebut berdampak besar pada beberapa wilayah di benua Eropa.
Belum lagi badai Ophelia kabarnya melanda beberapa wilayah di Irlandia.
• Mengerikan! Begini Foto-foto Kebakaran Hebat Melanda Portugal & Spanyol, Langit Gelap Tak Bercahaya!
Beberapa bencana alam ini rupanya berdampak pada kota London, Inggris.
Warganet ramai-ramai mengunggah foto penampakan langit di kota London, Inggris.
Warna langit kota indah tersebut berubah total.
Pada Selasa (17/10), langit-langit kota London tak terlihat biru cerah, melainkan agak kekuningan.
Cahaya matahari juga terlihat tertutup awan gelap.
Diduga perubahan warna langit ini disebabkan oleh perpaduan pasir gurun Sahara yang terbawa oleh badai Ophelia dan bercampur dengan asap kebakaran di Portugal dan Spanyol.
"Sepertinya Ophelia telah datang dari Azores, badai (ini) telah mengambil debu Sahara dari Afrika Utara dan mengambil debu dari kebakaran hebat di Spanyol dan Portugal," kata seorang juru bicara untuk Kantor Meteorologi Inggris, seperti dilansir Reuters, Selasa (17/10/2017).
"Rona kekuning-kuningan ini berasal dari debu yang tinggi di atmosfer dan elemen biru dari sinar matahari terserak oleh debu. Namun elemen merah berhasil masuk sehingga matahari tampak lebih redup dan Anda mendapatkan nada kekuningan ini," tambahnya.
Berikut ini beberapa foto-fotonya.
Kondisi ini tentunya membuat warga London terkejut.
Bahkan kondisi langit ini bertahan hingga sore hari ini waktu London.
Gara-gara hal ini, netizen menyebut kiamat sudah dekat.
(TribunStyle.com/Tisa Ajeng)
Wow! Akan Ada 6 Fenomena Langit Pekan Ini, Salah Satunya Hujan Meteor, Bisa Dilihat Tanpa Teleskop
Minggu ini tepatnya, dari tanggal 17 hingga 22 Oktober 2017 para benda langit akan menampakkan diri di Indonesia.
Berikut enam fenomena yang bakal menghiasi langit sepanjang pekan ini:
Pada tanggal 17 Oktober 2017, misalnya, kita bisa melihat "kemesraan" antara planet Mars, Venus, dan bulan. Kedekatan tiga benda langit tersebut subuh tadi terlihat dengan mata telanjang.
2. Bulan Sabit Tua dan Venus
Hari berikutnya, 18 Oktober 2017, kita juga bisa menyaksikan iringan bulan sabit tua dan Venus sebelum fajar menyingsing.
3. Iring-iringan Jupiter dan Merkurius
Masih di hari yang sama, saat senja kita bisa menyaksikan iring-iringan Jupiter dan Merkurius menghiasi langit.
Namun, fenomena ini sepertinya tidak bisa kita saksikan karena langit Indonesia saat itu kemungkinan masih cukup terang.
"Konjungsi Merkurius dan Jupiter mungkin sulit dilihat karena posisinya sangat rendah, hanya setinggi 6 derajat," kata Muhato, penggiat Jogja Astro Club, saat dihubungi Kompas.com melalui pesan singkat, Selasa (17/10/2017).
Muhato juga menambahkan bahwa fenomena langit tidak berhenti di situ saja. Selama minggu ini, Anda akan mudah mengamati berbagai fenomena langit.
4. Penampakan Planet Uranus
Hal ini senada dengan yang dikatakan oleh Marufin Sudibyo, seorang penulis di situs langit selatan.
Marufin berkata bahwa pada 19 Oktober 2017, Uranus akan menampakkan diri sepanjang malam.
"Uranus dapat dilihat sepanjang malam dengan mata telanjang," ujar Marufin melalui pesan singkat.
5. Hujan Meteor Mayor
Pada 21-22 Oktober 2017, di langit Indonesia juga akan terlihat hujan meteor mayor. Hujan meteor ini disebut dengan Orionids.
"Orionids kali ini cukup bagus, karena selain malam Minggu, langit tidak terganggu cahaya bulan karena fase bulan baru," kata Muhato.
Hujan meteor ini bisa disaksikan mulai dari tengah malam hingga subuh. Orionids kali ini kira-kira akan menampakkan 15-20 meteor setiap jam.
Dia juga mengingatkan bahwa salah satu syarat untuk melihat fenomena langit adalah kecerahan cuaca saat itu berlangsung. Selain itu, hujan meteor akan lebih mudah dilihat di langit gelap.
Inilah mengapa kampanye langit gelap atau "Globe at Night" diciptakan. Tujuannya untuk membangun kesadaran mengenai pentingnya kondisi langit gelap dan efek dari polusi cahaya perkotaan terhadap astronomi.
• Kontras dengan Kedua Putrinya, Tampilan Ashanty di Silet Awards 2017 Ini Justru Dianggap Menyeramkan
6. Konjungsi Bulan dan Saturnus
Sebagai penutup, tanggal 24 Oktober 2017 juga ada konjungsi bulan dan Saturnus di langit barat. Fenomena ini bisa dilihat mulai dari matahari terbenam hingga jam 9 malam.
Meski bisa dilihat dengan mata telanjang, tetapi Muhato menyarankan melihatnya dengan teleskop. "Dengan teleskop lebih bagus karena bisa melihat kawah bulan dan cincin saturnus," jelasnya.(*)
Artikel ini dipublikasikan Tribun Timur dengan judul "Jangan Lewatkan 6 Fenomena Langit Pekan Ini! Ada Hujan Meteor, Bisa Dilihat Tanpa Teleskop."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/langit-london_20171017_112211.jpg)