Donor ASI Tidak Boleh Dilakukan Sembarangan, Ternyata Bisa Berbahaya Untuk Kesehatan Bayi
Kesibukan membuat para ibu ini enggan untuk berusaha memeras atau menyusuinya sendiri.
Penulis: Ika Putri Bramasti
Editor: Delta Lidina Putri
TRIBUNSTYLE.COM - Transaksi untuk donor ASI kini telah merajalela di dunia maya.
Tentunya hal ini menjadi kabar bahagia bagi ibu yang mempunyai kesibukan yang luar biasa.
Semua ibu pasti ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya.
Ibu-ibu pasti sudah sangat sadar untuk memberikan ASI kepada bayinya.
• Masih Minum ASI di Usia 2 Tahun Lebih, Sarwendah Ungkap Kegalauan Saat Akan Sapih Thalia
Karena ASI adalah makanan dengan gizi yang paling lengkap untuk bayi hingga usia enam bulan.
Namun karena kesibukan membuat para ibu ini enggan untuk berusaha memeras atau menyusuinya sendiri.
Meskipun donor ASI sangat bermanfaat, namun donor ASI juga bisa beresiko bagi kesehatan bayi yang menerimanya.
Memilih ASI untuk bayi tidak bisa sembarangan.
Cara yang paling aman adalah dengan mencari donor melalui Bank ASI.
Hal ini seperti yang dilansir TribunStyle.com dari Kickstarter.
ASI yang didistribusikan melalui Bank ASI telah mengalami screening.
proses screening dapat memfilter ASI yang kurang layak.
Bahkan dapat menularkan penyakit yang diderita oleh si ibu donor seperti hepatitis, HIV, Rubella.
Penyakit tersebut dapat menular melalui ASI.
Untuk itulah pentingnya mencari ASI dari Bank ASI.
Karena Bank ASI mereka menjamin bahwa ASI yang diperoleh bebas penyakit menular tersebut.
Jadi jangan semudah itu menerima donor ASI untuk bayi. (TribunStyle.com/Ika Bramasti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/susu-bayi_20171014_124832.jpg)