Tahun Baru Islam
Puasa Tasu'a 9 Muharram dan Kisah Rasulullah SAW yang Wafat Sebelum Sempat Menunaikannya
Inilah alasan Puasa Tasu'a 9 Muharram sangat dianjurkan Rasulullah SAW, meski beliau sendiri belum menunaikan karena keburu wafat.
Editor: Agung Budi Santoso
TRIBUNSTYLE.COM - Inilah alasan Puasa Tasu'a 9 Muharram sangat dianjurkan Rasulullah Muhammad SAW, meski beliau sendiri belum sempat menunaikan karena keburu wafat menghadap Sang Illahi.
Bersyukur dan beruntunglah bagi mereka yang menunaikan puasa Tasu'a atau Tasuah pada 9 Muharram.
Begitu banyak keutamaan bagi mereka yang menunaikannya.
Rasulullah Muhammad SAW sangat menganjurkan.
Tasu’a adalah tanggal 9 Muharram. Dinamakan demikian, diturunkan dari kata tis’ah [Arab: تسعة] yang artinya sembilan.
• Bacaan Niat Puasa Tasuah 9 Muharram dan Puasa Asyura 10 Muharram Lengkap dengan Artinya
Seperti TribunStyle.com lansir dari laman konsultasisyariah.com, pada tanggal 9 Muharram ini kita dianjurkan puasa, mengiringi puasa Asyura di tanggal 10 Muharram besok harinya.
Nah, supaya puasa kita tidak menyamai puasa yang dilakukan Yahudi, yaitu pada tanggal 10 Muharram saja.
Mengutip Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menunaikan puasa Asyura dan beliau perintahkan para sahabat untuk melakukan puasa di hari itu, ada beberapa sahabat yang melaporkan:
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى
“Wahai Rasulullah, sesungguhnya tanggal 10 Muharram itu, hari yang diagungkan orang Yahudi dan Nasrani.”
Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ
“Jika datang tahun depan, insyaaAllah kita akan puasa tanggal 9 (Muharram).”
Ibnu Abbas lalu berkata, “Namun belum sampai menjumpai Muharam tahun depan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah wafat.” (HR. Muslim 1916).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/puasa-tasua_20170929_053806.jpg)