Walaupun Tinggal di Kandang Sapi Keluarga Ini Tetap Bersyukur, Alasannya Sungguh Menyentuh
Sekeliling rumahnya ditumbuhi pohon kelapa sawit berumur kisaran delapan hingga sepuluh tahun.
Penulis: Verlandy Donny Fermansah
Editor: Delta Lidina Putri
Keterbatasan, membuat Suryanto hanya mencari pekerjaan yang mengandalkan otot.
Suryanto berserta istrinya bekerja sebagai pengupas pinang.
• Astaga! Makamkan Sang Ayah, Keluarga Ini Kaget saat Ada Kaki Mayat yang Keluar di Liangnya!
Kadang ia juga membersihkan kebun orang dan mencari kayu bakar untuk mendapatkan uang.
Hal itu harus mereka lakukan agar mampu membeli beras.
"Di sini kami hanya menumpang pak, upah mengupas pinang dari Paman saya," katanya.
Bahkan Suryanto harus memendam keinginanya membeli sepeda demi menjaga perut agar tetap terisi.
Kata Suryanto sepeda itu sebenarnya bisa saja membantunya sebagai alat transportasi sehari-hari untuk mencari ladang orang yang hendak dibersihkan atau sekedar menjual kayu bakar ke pasar.
Karena terkadang Suryanto harus berjalan berkilo-kilo meter untuk mencari ladang orang yang harus ditebas.
Namun pada daya dirinya tak memiliki uang sebesar itu.
"Kata kawan saya kemarin ada yang mau jual sepeda Rp 150 ribu tapi saya tak punya uang," katanya.
Suryanto sudah tinggal di 'gubuk' itu selama setahun belakangan.
Sebelum tinggal di kandang sapi, Suryanto pernah tinggal di pondok kebun milik orang lain yang kondisinya lebih parah.
"Kalau hujan, kami harus berteduh di sudut-sudut supaya tak basah," menjelaskan kondisi pondok yang ditinggalinya tiga tahun lalu.
Kondisi tempat tinggalnya kini menurutnya masih lebih baik, dibandingkan tempat tinggal sebelumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/kandang-sapi_20170908_152515.jpg)