Breaking News:

Sudah Putus, Cewek Ini Berhasil Mengontrol Hidup Mantannya Selama 2 Tahun, Aksinya Sungguh Ngeri!

Lloyd secara jelas mengatakan bahwa dia tak mau lagi berhubungan dengan Lauren. Namun, yang terjadi selanjutnya lebih mengerikan.

Penulis: Anggraini Wulan Prasasti
Editor: Anggraini Wulan Prasasti
SWNS
Lauren Adderley dan Mitchell Lloyd 

TRIBUNSTYLE.COM - Menjalin hubungan asmara tak hanya dipenuhi dengan momen membahagiakan.

Perselisihan dan kesedihan juga menjadi bagian dari sebuah hubungan.

Beberapa pasangan berhasil menyelesaikan masalah mereka.

Namun, ada pula yang gagal dan harus berakhir dengan perpisahan.

Tak sampai di situ, beberapa dari mereka juga harus rela berpisah dengan cara yang tak mengenakkan.

Hal ini tentu membuat hubungan keduanya semakin buruk.

Tapi, berbeda dengan kejadian yang dialami oleh perempuan bernama Lauren Adderley.

Cewek berusia 21 tahun ini sempat berpacaran dengan pemuda bernama Mitchell Lloyd, melansir Metro.

Pasangan yang berasal dari Shrewsbury, Inggris ini mulai menjalin asmara pada 2014.

Sayangnya, hubungan keduanya hanya bertahan selama beberapa bulan.

Lloyd secara jelas mengatakan bahwa dia tak mau lagi berhubungan dengan Lauren.

Namun, yang terjadi selanjutnya lebih mengerikan.

Lauren merancang sebuah rencana usai ia putus dengan laki-laki tersebut.

Lauren Adderley
Lauren Adderley (SWNS)

Cewek ini mengirim email palsu pada Lloyd.

Ia mengaku bahwa dirinya adalah korban kejahatan dan memintanya untuk memberi kesaksian pada polisi.

Lloyd pun menerima permintaan tersebut.

Setelah pesta Natal, Desember 2014, Lloyd mendapat pesan usai mengantarkan seorang cewek pulang.

Pesan ini berisi sebuah ancaman dari seseorang polisi bernama Robert Hay.

Robert Hay tak lain adalah Lauren yang sedang menyamar.

Ia menanyakan kenapa Lloyd membuat temannya sedih dan malah bertemu cewek lain.

Itu adalah awal mula penderitaan Llyod.

Robert Hay awalnya membuat aturan jam malam untuk pemuda tersebut.

Hal ini membuatnya tak bisa pergi ke beberapa pub dan bar pada hari Rabu, Jumat, Sabtu dan Minggu.

Tentu saja, aturan ini merusak kehidupan sosial Lloyd.

Tak sampai di situ saja, Lloyd juga bahkan dilarang bertemu dan berbicara dengan beberapa temannya, kebanyakan perempuan.

Jika Lloyd melanggar aturan polisi ini, ia akan dikenai denda £15,000 atau Rp.250 juta.

Lauren Adderley
Lauren Adderley (SWNS)

Lloyd pun mau tak mau mengikuti perintah polisi tersebut.

Pada sebuah kesempatan, Lloyd mendapat ancama usai mengantar ibu dan adiknya makan siang.

Ia juga diancam jika tak segera menyelesaikan masalahnya dengan Laura makan akan dijatuhi denda.

Untuk membuat aksinya terlihat nyata, Lauren bahkan juga menyambar sebagai polisi bernama Darren Clarke dan Elaine Thomas.

Terus-terusan diancam, Lloyd haru mematikan media sosialnya dari teman-teman Lauren saat dia mulai hubungan baru.

Belakangan ia tahu bahwa Lauren juga menyamar sebagai teman dan menerornya di dunia maya.

2 Tahun mengalami siksaan mental, Lloyd akhinya baru punya nyali untuk cerita pada temannya.

Ia pun disarankan melaporkan kejadian ini.

Para polisi pun segera melakukan investigasi melalui email dan akhirnya tahu bahwa Lauren adalah dalangnya.

Akibat ulahnya ini Lauren dipenjara selama 9 bulan.

Lauren Adderley dipenjara 9 bulan
Lauren Adderley dipenjara 9 bulan (BBC/WEST MERCIA POLICE)

"Lauren Adderley membuat cerita fiktif dan banyak akun palsu untuk kepuasan dan alasan tertentu.

Aksinya ini membuat hidup korban jadi terbatas dan aku salut karena dia membawa Adderley untuk diadili," ungkap jaksa kasus ini.

Aksi Lauren ini tentu sangat menganggu.

Apalagi kejahatannya sudah dilakukan selama 2 tahun.

Entah bagaimana bisa Lloyd tak pernah curiga saat ia tak pernah mendapat telepon atau bertemu langsung dengan 3 polisi palsu yang ternyata adalah mantan pacarnya itu.

Jika saja ia berani sejak awal, tentu hidupnya selama 2 tahun tak akan menderita.

Apa kamu pernah mengalami kejadian serupa? (TribunStyle.com, Anggraini Wulan Prasasti)

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
Lauren AdderleyMitchell LloydInggris
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved