Idap Sindrom Langka, Perempuan Asal Amerika Ini Terlahir Tanpa Miss V
Moats didiagnosis menderita sindrom Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser (MRKH) yang hanya mempengaruhi sekitar 1 dari 4.500 bayi perempuan yang baru lahir.
Editor: Dimas Setiawan Hutomo
Pada kasus Moats, langkah selanjutnya adalah melakukan bedah rekonstruktif dengan perkiraan biaya 15.000 dollar AS atau sekitar Rp 200 juta yang belum termasuk asuransi.
• Hanya di Tempat Ini, Mr P Baru Tumbuh Saat Masa Pubertas, Remaja Perempuan Berubah Jadi Laki-laki!
"Mereka menganggapnya sebagai operasi kosmetik atau sebuah penentuan jender," kata Moats.
Kakaknya, Amanda Moats memulai sebuah laman GoFundMe untuk menggalang dana yang akan digunakan Moats menjalani operasi.
Sampai 17 Agustus, GoFundMe berhasil mengumpulkan dana sebesar 16.997 dollar AS atau sekitar Rp 227 juta, melebih target awal mereka.
"Operasi ini akan membantuku menjadi normal dan memiliki bagian tubuh seperti perempuan-perempuan lain," katanya.
Moats sendiri punya pacar, Robbie Limmer, yang merupakan seniornya di perguruan tinggi.
Moats mengungkapkan jika Limmer sangat mendukungnya.
"Dia menerima aku apa adanya dan tidak menganggapku kurang sebagai seorang perempuan. Itu membuatku merasa dicintai," imbuh Moats.
Dia pun berharap suatu saat bisa memiliki anak. (*) (KOMPAS.com/MONIKA NOVENA)
Berita ini pernah dipublikasikan KOMPAS.com dengan judul "Kasus Langka, Seorang Perempuan Terlahir Tanpa Vagina"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/kaylee-moats_20170819_074626.jpg)