Hari Kemerdekaan RI
Kisah Bledheg, Pengibar Bendera di Kota Surabaya yang Dulunya Ternyata Maling Pembobol Toko
Terpilih jadi anggota Pasukan Pengibar Bendera tentu jadi sebuah kebanggaan. Apalagi, bila sampai maju mewakili kota besar seperti Surabaya.
Editor: Dimas Setiawan Hutomo
"Saya dulu nakal, pokoknya nakal sampai berhenti sekolah satu tahun," kata Bledheg sembari malu-malu kepada TribunJatim.com, Selasa (15/8/2017).
Suatu kali, Bledheg dan komplotannya ketahuan saat melakukan pencurian di sebuah toko.
Saat itu, Blendheg bertugas menjaga di luar toko untuk memastikan rekan-rekannya yang sedang beraksi di dalam toko aman.
Namun, sial bagi mereka. Satu rekannya yang bertugas mengambil di dalam tertangkap.
Aksi pencurian mereka gagal.
Karena usia mereka masih di bawah umur sanksi yang diberikan hanya dari orang tua.
"Kawan saya itu yang habis sama orang tuanya, saya masih untung karena gak ikut ambil," cerita Bledheg.
Namun siapa sangka saat ini Bledheg akan menjadi satu diantara tim paskibra kota Surabaya yang akan mengibarkan bendera pada 17 Agustus mendatang.
Pengalaman hidup kelam membuatnya belaja untuk berbuat lebih banyak dan lebih baik.
Khususnya untuk kedua orang tuanya yang sekarang hidup terpisah. (Nurul Aini)
Berita ini telah dimuat di Tribunnews.com pada Kamis, 17 Agustus 2017 11:46 WIB dengan judul: Kisah Bledheg, Maling Pembobol Toko itu Kini Jadi Pengibar Bendera Kota Surabaya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/bledheg-sangheta_20170817_174401.jpg)