Breaking News:

Banyak Disepelekan, Pria Ternyata Nggak Boleh Terlalu Sering Makan Coklat, Alasannya?

Melansir laman telegraph.co.uk, terlalu banyak mengkonsumsi coklat bisa berpengaruh pada mood seseorang, terlebih laki-laki.

Penulis: Triroessita Intan Pertiwi
Editor: Desi Kris
istockphoto.com
ilustrasi 

TRIBUNSTYLE.COM - Kabar duka datang untuk para pria penggemar cokelat.

Padahal sebelumnya kita tahu bahwa mengkonsumsi coklat bisa memperbaiki mood kita.

Ternyata terlalu banyak mengkonsumsi coklat sangat buruk untuk kesehatan, kenapa?

Melansir laman telegraph.co.uk, terlalu banyak mengkonsumsi coklat bisa berpengaruh pada mood seseorang, terlebih laki-laki.

Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Kikan Ex Cokelat Luncurkan Single Baru Berkibarlah Indonesia

Para peneliti menemukan bahwa laki-laki yang mengkonsumsi 67 gram gula per hari meningkatkan depresi 50% lebih tinggi ketimbang mereka yang mengkonsumsi gula kurang dari 39,5 gram gula.

Pemimpin penelitian Dr Anika Knuppel, dari University College London's Institute of Epidemiology and Health mengatakan: "tingginya gula dalam pola makan memiliki beberapa pengaruh untuk kesehatan namun sebagian mungkin menunjukkan kalau gula bisa menyebabkan gangguan mood, terlebih untuk pria."

Temuan ini didasarkan pada data dari Whitehall II.

Whitehall II adalah sebuah penyelidikan jangka panjang mengenai masalah kesehatan fisik dan mental yang dihadapi oleh orang-orang yang bekerja di berbagai tingkat layanan sipil Inggris.

Konsumsi gula dibandingkan dengan tingkat gangguan mental umum di lebih dari 5.000 pria dan 2.000 wanita antara tahun 1983 dan 2013.

Peserta dimasukkan ke dalam tiga kelompok sesuai dengan asupan gula harian mereka.

Setelah lima tahun, pria di kelompok teratas 23% lebih suka mengalami gangguan jiwa yang umum seperti depresi atau kecemasan daripada kelompok terbawah.

Orang-orang tingkat atas mengkonsumsi lebih dari 67 g gula per hari dan kelompok bawah kurang dari 39,5 g.

Orang dewasa Inggris mengkonsumsi sekitar dua kali lipat tingkat gula tambahan yang direkomendasikan, tiga perempatnya berasal dari makanan dan minuman manis, kata periset tersebut.

Tak hanya itu, penelitian yang mengamati ribuan pegawai negeri dari kedua jenis kelamin tersebut menemukan tidak adanya hubungan antara asupan gula dan gangguan mood baru pada wanita.

Well, ada baiknya jika kita mengurangi camilan gula berlebih untuk mengindari efek buruk untuk kesehatan. (TribunStyle.com, Triroessita Intan Pertiwi)

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
telegraph.co.ukTribunStyle.com
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved