Punya Rencana Ngopi Bareng Temen Siang Hari Ini? Ternyata Si Hitam Pahit Bisa Panjangkan Umur Loh!
Asosiasi ini bahkan lebih kuat lagi bagi mereka yang minum dua sampai tiga cangkir sehari .
Penulis: Triroessita Intan Pertiwi
Editor: Diah Ana Pratiwi
TRIBUNSTYLE.COM - Siapa yang tidak kenal dengan kopi?
Minuman yang disukai berbagai lapisan masyarakat ini kerap dinikmati di malam dan pagi hari.
Berbagai penelitian pun mencoba mengulik manfaat dari si hitam pahit.
Sebuah studi terbaru di University of Southern California (USC), Amerika Serikat menemukan kalau kopi bisa meningkatkan harapan hidup seseorang.
• Menteri Susi Ngopi dan Yoga di Tengah Laut Pakai Kano, Netizen: Seru Kelihatannya!
Dari 180.000 peserta, para peneliti menemukan bahwa orang yang minum kopi biasa atau kopi tanpa kafein mengalami manfaat kesehatan, seperti peningkatan umur panjang.
Para peneliti melaporkan dalam jurnal Annals of Internal Medicine bahwa orang yang mengonsumsi secangkir kopi sehari 12 persen lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal lebih awal dibandingkan mereka yang tidak minum kopi.
Asosiasi ini bahkan lebih kuat lagi bagi mereka yang minum dua sampai tiga cangkir sehari .
Penelitian menunjukkan kopi berhasil 18 persen mengurangi kemungkinan kematian.
Minum kopi ternyata juga terkait dengan risiko kematian yang lebih rendah akibat penyakit jantung, kanker, stroke, diabetes, dan penyakit pernafasan dan ginjal.
Peserta penelitian ditindaklanjuti rata-rata selama 16 tahun melansir boldsky.com.
Diklaim sebagai yang terbesar dari jenisnya, penelitian ini memiliki beragam peserta etnik yang mencakup orang Afrika-Amerika, Jepang-Amerika, Latin dan kulit putih.
"Penyelidikan semacam itu penting karena pola gaya hidup dan risiko penyakit dapat bervariasi secara substansial di seluruh latar belakang ras dan etnis, dan temuan dalam satu kelompok mungkin tidak berlaku untuk orang lain."
Karena keterkaitan (antara minum kopi dan umur yang lebih lama) terlihat di empat etnis yang berbeda, maka hasilnya juga bisa berlaku untuk kelompok lain, klaim penulis.
"Melihat pola serupa di empat populasi yang berbeda memberi dukungan biologis yang lebih kuat terhadap argumen bahwa kopi bagus untuk kamu apakah berkulit putih, Afrika-Amerika, Latin atau Asia."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/ngopi-cantik_20170711_101313.jpg)