7 Film Marvel Terburuk yang Pernah Dibuat, Setuju?
Cerita aslinya di komik mungkin sangat bagus, tapi penerjemahannya dalam film menghasilkan sesuatu yang tidak sesuai dengan ekspektasi.
Penulis: Ibrahim Muhammad Ramadhan
Editor: Amirul Muttaqin
6. Doctor Strange (1978)
Mantra dan sihir digambarkan hanya seperti lampu berkilauan, dan kostumnya seperti berasal dari rak supermarket di pinggiran kota.
Tak perlu dikatakan lagi, gagasan serial TV telah mati dengan rating TV yang rendah.
5. Fantastic Four: Rise of the Silver Surfer (2007)
The Surfer dan awan misterius yang merupakan Galactus tidak menimbulkan rasa takut atau bahaya, yang membuat keseluruhan cerita jadi gagal.
4. Spider-Man 3 (2007)
Peter Parker (Tobey Maguire) membuat Harry Osborne (James Franco) menjadi Green Goblin berikutnya.
Lalu ada Sandman yang sebenarnya adalah pencuri yang menembak Paman Ben.
Lalu ada juga virus dalam Spidey yang akhirnya akhirnya mengubah Eddie Brock menjadi Venom.
Tambahkan persaingan antara Mary Jane dan Gwen Stacy, dan bahkan gadis di seberang aula dari apartemen Peter, dan terlalu banyak hal dalam sebuah film.
3. The Punisher (1989)
Dolph Lundgren sangat hebat dalam sejumlah film aksi, tapi di film ini, ia tidak meyakinkan.
Beberapa adegan tidak masuk akal, hanya aksi yang merupakan satu-satunya hal yang memicu cerita Punisher.
2. Daredevil (2003)
Ben Affleck hanya membuat Matt/Daredevil tampak depresi dalam sebagian besar film, dan tidak ada energi superhero sejati yang terjadi.
1. Fantastic Four (2015)
Ceritanya terlalu difokuskan pada empat orang anak-anak, bahkan tidak memperlihatkan transformasi superhero sampai menjelang tengah film.
Terlalu banyak percakapan yang membosankan.
Akankah Fantastic Four mendapatkan versi sinematik yang solid?
Patut kita tunggu. (TribunStyle.com/Ibrahim Muhammad Ramadhan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/film-marvel_20170618_205555.jpg)