Terlalu Kerap Manfaatkan GPS di Perjalanan Bikin Otak Lemot, kok Bisa?
Peneliti memeriksa aktivitas hippocampus, suatu wilayah otak yang terlibat dalam memori dan navigasi.
Editor: Delta Lidina Putri
TRIBUNSTYLE.COM - Di zaman serba teknologi ini emang mempermudah kita dalam banyak hal.
Banyak kegiatan yang effortless, dan nggak perlu berpikir keras dalam mengusahakan sesuatu.
Tapi kita sering nggak sadar, kemudahan ini juga ada dampak negatifnya bagi kita.
Dampak negative yang paling terasa diantaranya kita jadi malas bergerak dan malas berpikir.
• Alamak! Gara-gara Percayakan Perjalanan Pada GPS, Mobil ini Nyemplung ke Tempat yang Miris
Sehingga kinerja kita dalam beraktivitas dan berpikir pun jadi menurun.
Salah satu teknologi yang membuat kinerja otak melemah yaitu saat menggunakan GPS dalam perjalanan.
Padahal otak menjadi lebih aktif ketika harus mengingat dan memilih jalan, ketimbang saat mengandalkan navigator.
GPS atau navigasi penunjuk jalan bias membuat otak malas, sebuah studi menunjukkan perangkat tersebut dinilai “mematikan” bagian otak yang biasanya digunakan untuk mempertimbangkan pemilihan jalan.
Para peneliti University College London melihat aktivitas otak para relawan melalui scan saat mengemudi tanpa navigasi dan dengan navigasi.
Peneliti memeriksa aktivitas hippocampus, suatu wilayah otak yang terlibat dalam memori dan navigasi.
• Wow! Spinali Design Bikin Jeans yang Mampu Bergetar dengan Petunjuk GPS
Peneliti juga melihat korteks prefrontal, yang terlibat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan.
Ketika 24 relawan mengemudi tanpa navigasi, hippocampus dan korteks prefrontal otak terlihat memiliki lonjakan aktivitas, apalagi ketika relawan melewati jalan-jalan baru.
Aktivasi otak semakin besar ketika harus memilih jalan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/gps_20170522_115540.jpg)