Breaking News:

Curhatan Staff Magang Ahok DKI Tengah Viral di Facebook, Isinya Bikin Netizen Salut!

Kali ini, seorang staff magang Ahok ikut buka suara dan membeberkan bagaimana kinerja Ahok selama dirinya menjadi staffnya.

Penulis: Tisa Ajeng Misudanar Azryatiti
Editor: Diah Ana Pratiwi
Tribunnews.com
Sidang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. 

Saya tanya, "pelatihan kan sudah gratis, serta ada snack dan makan siang. Kenapa harus ada uang transport?" Dijawab, "kasihan kalau ngga ada uang transport, apalagi yang rumahnya jauh." Saya tanya lagi, "Kalau rumahnya jauh, kenapa ngga kita sewa bus aja, atau minta Transjakarta untuk menjemput mereka?" Dijawab lagi, "lokasinya terpisah-pisah, susah untuk koordinasi." Saya tanya lebih lanjut, tapi jawabannya muter-muter lagi, dan saya tetap ngotot pengen hapus.
Di tengah situasi deadlock itu, tiba-tiba ada yang bilang, "kalau ngga dikasih uang transport, warga ngga mau hadir di pelatihan." Saya pikir, itu jawaban yang jujur. Kemudian saya komentar, "Bapak-Ibu kan bilang bahwa pelatihannya bagus dan dibutuhkan. Jika warga ngga mau datang ke pelatihan hanya karena ngga ada uang transport, maka pelatihannya berarti ngga bagus dan ngga dibutuhkan." Rupanya komentar saya ini dianggap kurang ajar. Dan bodohnya, saya waktu itu sama sekali tidak sadar bahwa yang saya hadapi adalah Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Sekretaris Kota.

Lalu datanglah teguran dari Bapak agar saya bisa lebih menahan diri. Dari kejadian itu, saya baru sadar bahwa ternyata Bapak itu sabar banget. Saya baru sebentar di Balai Kota aja sudah pengen marah-marah mulu. Di sisi lain, Bapak mau berdebat panjang lebar dan mengajari ini itu sampai detail. Saya mah ogah banget.

Penyisiran anggaran selama 11 hari ini kemudian membuahkan pemotongan anggaran sekitar Rp 4,5 triliun. Lalu ada cukup banyak kebijakan yang secara fundamental mengubah pola penyusunan anggaran di Jakarta. Misalnya untuk lampu PJU, pemeliharaan taman, pemeliharaan pompa, maintenance kendaraan & utilitas, rehab gedung, pembelian ATK, makanan, dan lain-lain. Termasuk ide untuk membuat 3 level password ebdugeting itu juga mengerucut saat penyisiran anggaran ini.

Setelah itu kemudian Bapak menawari saya menjadi staf gubernur yang khusus menangani anggaran. Kemudian saya juga diminta untuk mengawal urusan lelang. Kedua urusan inilah yang selama 19 bulan terakhir membuat saya harus sering-sering nengok ke belakang kalau malam-malam pulang ke kosan. Bisi we ada orang kalap nyewa pembunuh bayaran, apalagi katanya tarifnya cukup murah.

Terimakasih, Bapak. Saya pikir, Bapak adalah satu-satunya politisi yang mau memberikan kesempatan dan kepercayaan bagi anak muda untuk berbagi peran secara aktif menangani hal strategis. Tidak pernah saya menjumpai orang yang begitu terbuka, jujur, dan apa adanya."

(facebook.com/ismail.al.anshori)

Curhatan panjang lebar tersebut langsung menjadi viral di media sosial Facebook.

Sampai saat ini, unggahan tersebut telah dibagikan lebih dari 14 ribu share dan disukai lebih dari 27 ribu likes di Facebook.

Tak hanya menyebar di Facebook, status tersebut bahkan sampai ke media sosial Twitter.

"Kok gw mau nangis...," komentar akun @urupketjil.

"Hahaha betul sekali. Tidak masuk akal. Sedangkan yang mengambil uang rakyat malah di biarkan berkeliaran merajalela kemana2. Miris," tulis akun @_Putriiivenn.

Well, bagaimana menurut kalian guys? (TribunStyle.com/Tisa Ajeng)

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 3/3
Tags:
Basuki Tjahaja PurnamaAhokFacebookTwitter
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved